Tampilkan postingan dengan label PERAMPOKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERAMPOKAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2019


Pada saat mengendarai sepeda motor di tempat sepi atau rawan pada malam hari tentu saja membuat banyak orang merasa takut dengan situasi seperti itu. Di mana lain dari pda hantu atau setan, banyak juga orang - orang yang takut dengan bermunculanya hal gal yang bisa mengganggu keselamatan mereka.

Akan tetapi hal seperti itu akhrinya dapat di taklukan dengan tips dari salah seorang netizen yang belakangan ini sedang jadi viral di kota Solo. Di mana salah satu akun Instagram @botolalikita telah memberikan tips ampuh untuk menghalau serangan begal.

Para pengendara sepeda motor di himbau untuk meletakan benda yang mirip seperti hantu pocong di bagian belakang jok penumpang sepeda motor mereka. Di mana sesuai dengan gambar yang di posting pada akun instagram itu terlihat bahwa cara itu sangat manjur untuk menghalau begal, karena para pelaku begal pasti ketakutan melihat hal tersebut.  "Malah aku sing wedi dewe yen boncengke kui [Justru saya yang ketakutan]," tulis pengguna akun Instagram @deasty99.

"Aku malah gilo dwe min [Saya malah jijik sendiri]," imbuh pengguna akun Instagram @antika5821

Gambar tentang hantu pocong penangkal begal tersebut pun hingga saat ini masih menjadi viral dan semakin tersebar luas di media sosial. Di mana banyak yang berpendapat bahwa cara tersebut harus di coba demi menghalau serangan begal di malam hari..

Jumat, 11 Januari 2019

TERBUKTI NYABU CALEG GERINDRA DI SEMARANG DITANGKAP POLISI

BUNDAPOKER

Penyidik Satresnarkoba Polrestabes Semarang mengamankan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Semarang Arsa Bahra Putra (24). Penahanan hasil laboratorium forensik Mabes Polri menunjukkan Caleg Partai Gerindra tersebut terbukti positif menggunakan narkoba jenis sabu.

"Kami menahan Arsa Bahra Putra bersama dengan rekannya Agus 40 tahun. Saat ini kami sedang melakukan pengembangan siapa pemasoknya," ujar Kasat Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Bambang Yugo di Polrestabes Semarang, pada hari Kamis (10/1).

Dari pengakuannya, Arsa membeli sabu untuk selanjutnya akan di gunakan bersama di posko relawan pemenangan di Jalan Sedayu Indah, Bangetayu, Genuk, Semarang, pada hari Minggu (6/1). Dari hasil sementara ini kedua nya telah memakai barang haram itu dua hingga tiga bulan.

Dari penangkapan kedua nya, polisi telah menyita alat untuk menghisap sabu jenis bong dan juga barang bukti sabu dengan berat 0,5 gram, jelas nya.

Seperti yang di beritakan pada sebelumnya, Arsa ditangkap petugas Satresnarkoba Polrestabes Semarang, yang pada saat itu dia sedang pesta sabu di kediaman Agus yang diketahui menjadi posko relawan pemenangannya. Dari penangkapan keduanya, polisi menyita alat isap dan barang bukti sabu seberat 0,5 gram.

Jumat, 14 Desember 2018


Jakarta kembali di hebohkan dengan viralnya salah seorang pria yang tidak menggunakan pakaian dan membawa sekop dan menghadang para pengguna jalan yang melintas pada malam hari. Di mana pria telanjang dada yang berbekalkan sebuah sekop tersebut menghadang, mengancam, bahkan menantang setiap kendaraan yang lewat. Akan tetapi sunggu sial, di mana pada saat  pria tersebut tengah bergaya menantang para pengendara jalan, pria tersebut justru menghadang, dan menantang sebuah mobil isinya satu truk pasukan TNI yang tengah melintas pada malam tersebut.

Video tersebut pun secepat kilat menjadi viral di berbagai media sosial setelah di posting oleh salah seorang pengguna instagram @ndobeii. Di mana pada video tersebut dapat di lihat bahwa ada seorang pria yang tidak menggunakan baju tengah berdiri sambil menancapkan sekop yang di milikinya di tengah jalan, dan mondar - mandir di jalan tersebut menantang para pengguna jalan.

Beberapa kendaraan yang melintasi area tersebut pun banyak yang memilih untuk memutar balik demi menghindari terjadinya aksi yang tidak di inginkan karena pria tersebut terlihat nekat. Akan tetapi tampak juga beberapa truk tetap saja melewati jalan tersebut seperti mereka tidak merasa takut dengan ancaman yang di berikan oleh pria nekat yang menghadang dengan sekop tersebut.

Setelah beberapa saat mengancam pengendara lain di jalanan tersebut pria yang identitasnya tidak di ketahui tersebut pun kemudian secara tiba - tiba lari dan kabur ke arah yang berlawan. Di mana pada caption video tersebut, di ketahui bahwa ternyata truk yang di hadang oleh pria bersekop tersebut merupakan pasukan TNI yang sedang mengadakan konvoi.

Tanpa ampun, terlihat bahwa salah satu anggota TNI melompat dari truk tersebut dengan membawa senjata api laras panjang sambil mengejar sang pria bersekop tersebut.

Video yang memiliki durasi 58 detik tersebut pun hingga pada pukul 17.49 WIB hari Jumat tanggal 14 Desember 2018 telah di tonton atau di lihat lebih dari 84.410 kali dan telah menghasilkan banyak sekali komentar dari para netizen.

“Mari dukung TNI ikut terlibat juga dalam memberantas kriminalitas di negeri ini,” tulis akun @4rdsyach.

“Ada lanjutan videonya gak? Gimana kabar si begal sekarang…. Trauma atau gimana,” tulis akun @heroclothingstore

Minggu, 09 Desember 2018


Tangerang Selatan kembali di hebohkan dengan adanya aksi tawuran para remaja - remaja tanggung yang di laporkan telah berhasil meregang nyawa. Di mana pada tawuran kali ini di ketahui bahwa korban merupakan seorang remaja yang bernama Alan Sutadi.

Para tawuran tersebut, Alan Sutadi yang merupakan seorang warga di Jalan Melati, Kelurahan Larangan  Indah, kota Tangerang tersebut kehilangan nyawa kesayanganya karena mendapatkan luka bacok di bagian punggung belakang serta kepalanya.

AKBP Ferdy Irawan selaku Kapolres Tangsel sendiri menerangkan bahwa tawuran tersebut berawal dari aksi ejek - mengejek di Instagram. Di mana dari ejek - ejekan tersebut para perserta tawuran pun berjanji untuk menyelenggarakan tawuran di Bintaro. "Tawuran terjadi, di Jalan Bintaro Utama, Sektor III, Kelurahan Jurangmangu Timur, Pondok Aren, pada Minggu 2 Desember 2018, pukul 05.00 WIB," katanya, tadi pagi.

Pada aksi tawuran tersebut salah satu kelompok remaja yang menamakan diri mereka Perguruan Katak Beracun datang dengan jumlah yang sangat besar serta membawa berbagai jenis senjata tajam legendaris tawiran indoneisa. "Tiba di lokasi, mereka langsung melakukan penyerangan dengan sajam. Tiga orang kritis, dan masih menjalani perawatan medis, satu meninggal dunia," terangnya.

Ketiga orang korban yang selamat setelah mendapatkan serangan di punggung dan kepala dengan menggunakan celurit tersebut di antaranya adalah Saddam Rivaldi, Ade Irvan Maulana, serta SDMP. Di mana pada saat ini ketiga orang korban tengah dirawat di rumah sakit.

Dan di ketahui bahwa Perguruan Katak Beracun tersebut tidak hanya menyerang korbanya dengan menggunakan senjata tajam, namun perguruan katak tersebut juga menyerang korban mereka dengan menggunakan air keras di bagian wajah.

Setelah mereka berhasil melukai lawan mereka, mereka pun kemudian mengambil barang - barang berharga yang di bawa oleh korban mereka, seperti sepeda motor, uang tunai, handphone, serta beberapa barang berharga lainya.

AKP Ahmad Alexander Yurikho selaku Kasat Reskrim Polres Tangsel sendiri menjelaskan bawha pada saat terjadi aksi tawuran, Tim Vipers Polres Tangsel dengan segera menuju ke TKP, akan tetapi setibanya di lokasi tawuran tersebut sudah berakhir. Namun, di ketahui bahwa terdapat beberaoa orang korban serta saksi - saksi mata yang telah di bawa menuju ke Rumah Sakit Aqidah dan Rumah Sakit Sari Asih.

"Rata-rata korban selamat mengalami luka bacok di kepala dan punggung. Kecuali Aziz yang mengalami luka bakar di mata sebelah kanan, akibat siraman air keras," jelasnya.

Pihaknya kemudian pun dengan segera melakukan investigasi dan berhasil mengamankan sembilan orang tersangka dari Perguruan Katak Beracun di mana tujuh orang dari sembilan anggota Perguruan Katak Beracun tersebut merupakan anak - anak yang masih berada di bawah umur. "Mereka adalah MSBI (16), RD (21), S (13), BKA (17), WTP (15), SN (17), MY (15), Ahmad Fauzi (18) dan Deni Malik (18). Dua pelaku lain masih DPO," sambungnya

Senin, 26 November 2018


Habib seorang pria berusia 44 tahun yang merupakan seorang nasabah bank sekaligus seorang karyawan swasta yang berkediaman di Pasir Garam, Kabupaten Bangka Tengah di laporkan telah di rampok. Di mana uang tunai dengan nominal 82 juta rupiah hangus di gondol tersangka perampokan yang dengan segera melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor pada hari senin tanggal 26 november 2018.

AKBP iman Risdiono selaku Kapolres Pangkalpinang melalui AKP Adi Putra selaku Kapolsek Bukit Intan pun membernarkan peristiwa nahas tersebut. Di mana tindakan perampokan dengan modus terjadi di persimpangan Hotel Griya Tirta tepat di depan rumah makan Ampera baru Lempah Kuning, Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

"Korban bernama Habib (44) warga Pasir Garam. Saat ini pelaku diduga 2 orang laki-laki masih dalam lidik kepolisian. Pelaku menggunakan motor saat melakukan aksinya," ujarnya kepada awak media di Pangkalpinang, Senin (26/11/2018).



Adi Putra sendiri menerangkan bahwa sebelum peristiwa korban baru saja selesai menarik tunai dana dari Bank Sumselbabel Pangkalpinang dengan nominal 82 juta rupiah. Dan tersangka sendiri dalam modusnya, pada saat korban tengah berada di perjalanan pulangnya, korban langsung di pepet oleh seorang laki - laki ketika tiba di persimpangan Hotel Griya Tirta, dan sambil memanggil korbanya mengatakan bahwa ban bagian belakang mobil korban pecah.

"Kemudian korban berhenti dan memeriksa ban mobilnya, pada saat korban turun mobil dan mencari bengkel terdekat. Tiba-tiba ada saksi berteriak dari atas ruko/rumah kepada korban, kalau kaca mobilnya dipecahkan oleh dua orang tak dikenal (OTD) tadi," terang Kapolsek.

Kemudian kedua tersangka pun menggasak uang korban senilai 82 juta rupiah di dalam mobil korban yang sebelumnya telah di bungkus dengan kantong plastik berwarna hitam kemudian para tersangka pun dengan segera melarikan diri.

"Kami sudah bentuk tim gabungan Polsek Bukit Intan, Pangkalpinang guna memburu diduga kedua pelaku dan mengungkap kasus ini. Jika ada masyarakat mengetahui ciri-ciri atau petunjuk tentang pelaku kejahatan tersebut bisa hubungi call siaga Polsek Bukit Intan," jelas Kapolsek Bukit Intan, AKP Adi Putra.


Sabtu, 27 Oktober 2018



Berdalih butuh biaya persalinan istrinya, Deni (33) nekat malakukan perampokan. Dia di tangkap polisi dan di tembak lantaran melawan. Deni merampok bersama dengan kakaknya iparnya IC (DPO), Joni Arifin (26) dan TM yang masih buron terhadap Rizal (41) di Jalan Lebak Rejo, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Palembang, 7 Oktober 2018. Mereka membawa senjata api rakitan sebagai bekal merampok.

Begitu merusak gembok pagar, pemilik rumah curiga. Salah satu pelaku memutuskan aliran listrik dan yang lainnya merusak pintu rumah. Setelah berhasil masuk, mereka mendorongkan senpi rakitan dan obeng panjang dan mengancam korban untuk tidak melawan.

Tersangka Deni berperan menyandera salah satu anak korban. Sambil dengan menodongkan senpi rakitan, Deni meminta maaf kepada korban.” Maaf merampok, istri saya mau melahirkan. Dari pada istri saya yang mati, mending kami saja yang mati,” uangkap tersangka Deni menirukan perkatannya kepada korban do Mapolsek Kemuning, Jumat (26/10).

Warga Jalan Tegal Binangun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Pelaku, Palembang, itu berdalih baru pertama kali merampok setelah diajak kakak iparnya. Itu dilakukannya untuk biaya lahiran anak keempatnya.

“ Saya lagi butuh duit, anak kedua lagi sakit dan istri mau melahirkan,” ujarnya. Sementara itu, Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert P Sihombing mengatakan, penangkapan ke dua tersangka berdasarkan rekaman CCTV. Sebabkan sebelum merampok korban, kawanan itu berupaya melakukan aksi serupa di sekitarnya.

Dalam aksinya, para pelaku membawa kabur uang tunai senilai Rp 20 juta, lima unit ponsel, perhiasan, serta jam tangan antic. Penyidik masih memburu dua pelaku yang turut terlibat. “ dua tersangka terpaksa di tembak kakinya karena melawan. Mereka di jerat 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Minggu, 21 Oktober 2018


Andika Saputra seorang buruh harian lepas berusia 20 tahun di laporkan tewas mengenaskan terkapar berlumuran darah karena di keroyok beberapa orang dengan menggunakan senjata tajam di area Jalan Radar Auri, Cimanggis tepatnya di depan SMP Negeri 7 Mekarsari pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2018 sekitar pada pukul 02.20 WIB.

Ipda I Made Budi selaku Paur Humas Polresta Depok sendiri menerangkan bahwa sesuai dengan informasi yang di dapatkan dari M Idrus yang merupakan seorang saksi mata sekaligus salah seorang pengguna jalan melihat korban Andika Saputra telah erkapat di jalanan, selanjutnya korban pun dengan segera di bawa menuju ke Rumah Sakit Sentra Medika, Akan tetapi, ternyata korban tidak mampu bertahan dari harus meregang nyawa karena kehabisan darah yang di hasil kan dari bacokan senjata tajam di bagian perut dan punggungnya.

"Kami dapat informasi ada tawuran antar-pemuda, dari keterangan saksi di lokasi korban sudah meninggal karena luka sabetan bagian bawah perut dan punggung belakang," kata Made saat dihubungi wartawan, Minggu (21/10/2018).



Dirinya juga menerangkan bawha setelah peristiwa pengoroyokan tersebut, tersangka pun dengan segera melarikan diri dan di ketahui bahwa sampai pada saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para tersangka. Dari korban sendiri pun di dapati Kartu Tanda Penduduk atau KTP  yang berdomisili di Kampung Babakan RT 03 / 04 Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat.

" Kami sudah lakukan olah TKP, pemeriksaan saksi dan membuat visum korban. Semua masih dalam penyelidikan terkait tewasnya korban dan kami juga sudah hubungi pihak keluarga." jelas I Made.

Lain dari pada itu, di lokasi peristiwa tersebut sendiri, AKP Eman Sulaeman selaku Kanit Reskrim Polsek Cimanggis menjelaskan masih belum bisa di identifikasi terkait dengan para tersangka karena bukti yang sangat minum di lokasi kejadian. Dan sesuai dengan informasi yang di dapatkan dari saksi mata di lapangan, korban ternyata di keroyok oleh lebih dari 10 orang dengan menggunakan sepeda motor.

"Karena di sekitar lokasi kejadian tak ada CCTV, masih belum dapat memastikan ke arah mana pelaku melarikan diri. Diperkirakan ada sekitar 12 pengendara motor saat kejadian kita masih belum tahu dari arah mana dan kemana pelaku melarikan diri," pungkasnya.

Minggu, 14 Oktober 2018


Pihak kepolisian di ketahui berhasil menangkap seorang pembobol ATM dengan inisial ZN yang berusia 25 tahun. Di mana tersangka ZN sendiri di ketahui membobol ATM di Kawasan Kampung Baru, Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di mana dua orang tersangka lainya di ketahui masih menjadi buronan pihak kepolisian.

Kompol M Marbun selaku Kapolsek Kebon Jeruk menjelaskan bahwa pada mulanya kejadian tersesbut, terdapat saksi yang melihat tersangka dengan jumlah tiga orang tengah asik melancarkan tindakan kejahatanya di dalam ruangan ATM. Di mana setelah menyadari hal tersebut saksi mata pun meminta tolong kepada para warga yang berada di sekitar lokasi dan dengan segera mengejar para tersangka.

"Waktu dikejar, para pelaku yang berusaha kabur menabrak sepeda motor dan mobil yang melintas di jalan panjang," ujarnya pada wartawan, Minggu (14/10/2018).

Lain dari pada itu, AKP Josman Harianja selaku Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk mengatakan bahwa para tersangka melarikan diri karena di kejar oleh warga dan menabrak sebuah mobil kemudian para tersangka pun meninggalkan mobil sedan dengan jenis Honda dengan nomor polisi B 1072 VFS yang di kendarai oleh para tersangka, kemudian para tersangka pun berusaha kabur dengan cara berlari - lari ria.

"Satu pelaku (ZN) berhasil kita tangkap,   sedangkan dua pelaku lainnya melarikan diri," tuturnya.

Dirinya pun berpendapat bahwa para tersangka pencurian tersebut melancarkan aksi mereka dengan menggunakan modus baru di karenakan para tersangka melancarkan tindakan kejahatanya dengan menggunakan ATM milik tersangka sendiri. Pada saat mesin ATM sedang melakukan proses pengambilan uang, dan pada saat sejumlah uang keluar, para tersangka pun langsung mematikan mesin ATM tersebut dengan mematikan saklar yang sudah di sediakan tersangka sehingga uang pun terjepit di mesin ATM.

Kemudian tersngka pun mengambiul uang di ATM dengan cara mencongkel mesin ATM tersebut dengan menggunakan alat yang telah di persiapkan oleh tersangka. "Atas kejadian tersebut, korban dalam hal ini PT Bank BRI Persero mengalami kerugian sebesar Rp22,5 juta," katanya.

Dan sampai pada saat ini di ketahui masih ada dua orang tersangka lagi yang masih menjadi buronan karena pada saat kejadian, dua orang tersangka tersebut berhasil kabur dari pengejaran warga. Di mana tersangka ZA sendiri akan di jerat dengan PAsal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Senin, 10 September 2018

BOS DISKOTEK JADI TERSANGKA KASUS JUAL BELI TANANG DI TANGGERANG

BUNDAPOKER

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah menetapkan 3 orang tersangka atas kasus penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat atas sebuah tanah seluas 53 hektare. Lahan tersebut berlokasi di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang.

Ketiga tersangka yang bernama AW alias Pepen, AS alias Sam, dan seorang notaris M. Dari ketika tersangka salah satunya adalah pemilik hiburan malam. "Iyah benar (Pepen sudah menjadi tersangka)," ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian kepada BUNDAPOKER pada hari, Minggu (9/9).

Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pria yang bernama Jerry Bernard, dengan kuasa hukumnya Hengki Lohanda sesuai Laporan Polisi Nomor LP/1678/IV/2017/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 5 April 2017.

"Pelapor JB yang sudah melaporkan tersangka Sam, M dan Pepen dengan atas tuduhan melanggar 4 pengusaha diskotek tersangka penipuan kasus jual beli tanah," ujar Jerry kepada BUNDAPOKER.

Dalam kasus itu, Jerry masih enggan untuk membeberkan bagaimana kronologi perkara itu. Menurutnya, kasus ini masih dalam pendalaman dan akan di selidiki lebih lanjut lagi. Demikian laporan yang berhasil di dapatkan oleh BUNDAPOKER

Jumat, 31 Agustus 2018


Ridwan Kamil selaku Wali Kota Bandung, di ketahui sangat setuju dan membenarkan jika seandainya pihak kepolisian memutuskan untuk menembak para tersangka begal di lokasi kejadian atau penangkapan.

"Ya jangan macam-macam di Kota Bandung. Saya setuju, tembak di tempat saja. Kepada kepolisian, urusan begal ini jangan dikasihani. Kalau memang secara aturan memungkinkan dan bisa saya setuju saja. Jika itu diperlukan untuk tembak di tempat, saya setuju," kata Emil sapaan lainnya, saat ditemui di Pendopo, Rumah Dinas Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Jumat (31/8/2018).



Emil sendiri berpendapat bahwa Kota Bandung pada saat ini tengah menjadi sasaran empuk bagi para tersangka begal, di karenakan Kota Bandung sangat di kenal sebagai kota wisata. "Kalau melihat statistiknya, hampir 2/3 (pelaku) bukan KTP Bandung. Pelakunya itu menarget kota turis, kota wisata. Karena instrumen sosial warga Bandung sudah memadai, jadi itu menandakan ini kriminalitas murni," jelasnya.

Tindakan begal pun sering terjadi dalam satu pekan di Kota Bandung dan sudah cukup banyak membuat para warga Bandung merasa resah. Sesuai dengan informasi yang di dapatkan bahwa di Kota Bandung sendiri di ketahui telah terjadi sembilan tindakan begal dalam satu pekan belakangan ini.

Di mana salah satu kasus tindakan para tersangka begal yang terakhir dan sampai pada saat ini masih terus menjadi sorotan adalah aksi begal yang menewaskan seorang remaja bernama Shanda Puti Denata yang berusia 23 tahun di Kota Bandung. Di mana korban sendiri merupakan seorang mahasiswi di sebuah universitas di Kota Bandung yang dengan malangnya menjadi korban begal.

Korban Shanda sendiri di ketahui meninggal satu sehari setelah melewati masa kritisnya di rumah sakit. Di mana Mahasiswi Sekolah tinggi Teknologi Tekstil atau STTT Bandung tersebut meninggal dunia karena mengalami luka di bagikan kela karena di tarik dari belakang oleh para tersangka begal yang menyebabkan korban terjatuh dari sepeda motor dan kepalanya membentur aspal.

Sabtu, 18 Agustus 2018

PEMBUNUHAN NENEK LIM POLISI MENCOCOKKAN ALIBI SUHAWI DENGAN BUKTI DI TKP

BUNDAPOKER

Suhawi (33) telah rampung diperiksa penyidik Polres Metro Jakarta Utara. Kepada penyidik, Suhawi mengaku melihat pelaku yang menghabisi nenek Lim Tjio Hiu (66), yang tidak lain adalah ibunya sendiri dengan sadis.

Korban nenek Lim tewas dengan mengenaskan setelah di bunuh pelaku di rumahnya di Kompleks Villa Kapuk Mas, Blok H5, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (26/7). Dalam peristiwa itu, Suhawi yang ada di lokasi selamat dari pembunuhan.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Reza Arief mengatakan kepada BUNDAPOKER akan mencocokkan keterangan atau alibi Suhawi dengan alat bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

"Ada keterangan dari yang bersangkutan (Suhawi) tentang apa yang dia alami tapi kan kita juga harus kroscek, betul enggak keterangan yang disampaikan," ujarnya saat dikonfirmasi oleh BUNDAPOKER di Jakarta pada hari, Jumat (17/8).

"Kita harus kroscek keterangan-keterangan itu dengan saksi-saksi yang lain, alibinya betul apa tidak, keterangan yang bersangkutan itu cocok enggak dengan alat bukti yang ada di TKP. Itu masih kita tunggu," tambahnya. Segala kemungkinan bisa saja terjadi karena kasus ini masih belum terungkap bisa saja Suhawi adalah salah satu pelaku pembunuhan yang terjadi kepada ibunya tersebut karena kemukingnan masih luar," ujar nya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satu keluarga jadi korban penganiayaan orang tidak dikenal di sebuah rumah Villa Kapuk Mas blok H 5 Penjaringan, Jakarta Utara. Seorang ibu berinisial S (66) ditemukan sudah tidak bernyawa dan tergeletak di atas sofa rumah pada hari, Kamis (26/7) malam dilaporkan BUNDAPOKER.


Sedangkan, posisi sang anak ada di lantai dan berlumuran darah. Saat ini polisi masih melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Demikian yang berhasil di laporkan BUNDAPOKER.

Minggu, 12 Agustus 2018

BARAKSI DI 60 TKP 2 PELAKU CURANMOR DI AMANKAN POLISI DI MARKASNYA

BUNDAPOKER

Petugas Satuan Reserse dan Kriminal Polres Karawang berhasil mengamankan kedua pelaku curanmor yang meresahkan warga. Kedua pelaku yang di ketahui berinisial (30), S alias G (28) keduanya adalah warga Rengasdengklok, Karawang.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya menjelaskan kepada BUNDAPOKER, kedua pelaku sudah menjadi target operasi sejak dua bulan yang lalu. "Para pelaku menjual hasil curiannya kepada pembeli langsung sebelumnya plat nopolnya di gantu terlebih dahulu," Jelas Slamet Waloya kepada BUNDAPOKER pada hari, Jumat (10/8).

Saat di amankan kedua pelaku berada di rumah kos nya, kos tersebut di jadikan markas mereka. Namun saat penangkapan dilakukan 3 pelaku yang lainnya melarikan diri ketiga pelaku yang melarikan diri bertugas pemetik motor hasil dari curian.

"Dari hasil penangkapan yang di lakukan di dapatkan barang bukti dari pelaku yaitu satu unit sepeda motor matic Fino, dengan nomor plat Polisi T 4534, dan puluhan Nomor polisi bekas dan perkakas lainnya," jelas Slamet Waloya. Barang buktinya yang lainnnya saat ini masih dalam proses pengembangan. Dari pengakuan kedua pelaku mereka sudah melakukan aksinya sebanyak 60 TKP yang berbeda - beda.


Saat ini kami masih terus melakukan pengembangan kasus 363 KUHP ini," ujar Slamet Waloya. Demikian laporan yang berhasil di dapatkan BUNDAPOKER.

Sabtu, 11 Agustus 2018

2 TERSANGKA PENCURI UANG RP 800 JUTA TEWAS DI DOR POLISI

BUNDAPOKER

Polres Metro Tangerang menembak mati dua tersangka yang sudah melakukan pencurian di Rumah Potong Hewan (RPH) di Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (9/8). Tidak hanya sang eksekutor, lima rekannya yang ikut dalam pencurian tersebut juga, berhasil diamankan oleh kepolisian.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menerangkan kepada BUNDAPOKER, Zamawi (38) dan Sobri (38), dua tersangka pencurian dengan terpaksa di tindak tegas mereka berdua di tembak karena saat akan melakukan penangkapan mereka melakukan perlawanan dan berhasil melukai petugas.

"Kedua eksekutor Z dan SB berhasil kami amankan di Jalan Palem Semi, yang tidak jauh dari lokasi RPH, setelah berusaha diamankan petugas, keduanya menyerang dan melukai anggota kami," ujar Harry pada hari, Jumat (10/8). Demikian yang berhasil di laporkan BUNDAPOKER.

Kedua pelaku meninggal saat dievakuasi ke rumah sakit. Saat jenazah keduanya berada di RSUD Tangerang. Selain dua eksekutor, polisi juga berhasil mengamankan lima pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pencurian uang RPH berinisial AG, LS, FR, MD dan RH.

Dari kelima pelaku yang di amankan salah satu nya adalah pekerja RPH yang berinisial FR, jelas Harry, saat di tanya oleh BUNDAPOKER.


Sebelumnya di laporkan kedua pelaku yang berhasil mencuri uang sebesar Rp 800 dari ruang kasir RPH Karawaci itu di  kota Tangerang, pada Kamis (9/8) dini hari. Saat melakukan aksi mereka dua pekerja yang bertugas menjaga kasir sempat mengalami penyekapan oleh kedua pelaku.