Jumat, 23 November 2018



Tujuh warga pengungsi asal Palu, di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, mengalami keracunan usai menyantap kerang yang telah di sajikan. Dan satu di antaranya meninggal dunia, saat di rawat di Puskesmas Maratua.

Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa (20/11) siang hari. Satu keluarga pengungsi Palu yang pergi ke rumah keluarganya di Maratua, usai mengambil kerang di pantai Maratua. “Warga itu kemudian masak sendiri di rumah. Mereka satu keluarga, pengungsi Palu,”kata Camat Maratua, Marsudi.

Belakangan, usai menyantap kerang, 7 orang di rumah itu di duga keracunan, dan di larikan ke Puskesmas terdekat di sore harinya.”Iya, satu orang telah meninggal. Ibu-ibu, usai sekitar 60 tahun, dimakamkan Rabu (21/11) kemaren. Enam orang yang lainnya sudah pulih, dan sudah kembali pulang ke rumah masing-masing,”ujar Marsudi.

Sejauh ini, menurut Marsudi, warga Maratua relative tidak mengalami keracunan parah saat menyantap kerang yang di ambil di Maratua.”biasanya pusing-pusing, sedikit mual, dinetralisir dengan menggunakan air kelapa,”tambahnya.

“Cuma memang, ini lagi musim bertelur. Kalau kerang musim bertelur, tidak boleh di ambil dan di konsumsi. Karena , kandungan racun nya tinggi,”terang Marsudi. Ke tujuh warga Palu yang mengungsi di Martua itu, lanjut Marsudi, di sebabkan rumah mereka pasca gempa lalu, belum seluruhnya di bangun. “Makanya Mengungsi sementara. Selain ada keluarga di Martua, warga Maratua sendiri welcome dengan kedatangan pengungsi,”tutup Marsudi.

Tagged: , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.