Polisi membongkar praktik porstitusi berkedok warung kopi, di jalan poros Samarinda-Tenggarong, Kutai Kartanegara. Terduga muncikari, WJ (44), jadi tersangka dari korban ABG usia 15 tahun. Namun demikian, warga meminta polisi terus menindak warung jenis lainnya.
Keberadaan warung kopi , yang kerap disebut warung pangku itu memang bukan hal yang baru. Warung itu, kian menjamur 5 tahun terakhir ini. Bahkan, tidak segan-segan menawarkan jasa seksual, malalui wanita berpakaian seksi.
Ada kurang lebih 20 warung kopi di sisi dan kanan jalan. Setiap pagi, siang maupun sore, wanita berpakaian seksi, memang mejeng di depan warung. Di duga, warung itu juga menyiapkan kamar sewaan.
“ Itu kan sudah lama. Jadi lebih baik semua praktik prostitusi itu. Meski memang tidak semua warkop begitu, harusnya tidak ada praktik seperti itu demikian terbuka,” kata Ahmad, warga Jalan Ir H Juanda, Samarinda.
Polisi bergeming. Mereka mengaku kesulitan, apabila harus melakukan penindakan sendiri, melainkan mesti melibatkan pihak, di antaranya Pemda. “Untuk warung-warung serupa lainnya,kita bersurat ke Pemda. Kuat dugaan di warung kopi jalur dua itu, ada praktik porstitusi, warung-warung itu, ada di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara,” kata Kapolsek Tenggarong Seberang, Iptu Abdul Rauf.
“Tahun 2017 lalu, memang pernah dilaksanakan penertiban. Tapi, sekarang ini, aktif lagi. Jadi, kami harapkan juga Pemda ada upaya. Kalau hanya dari kami, dan Polres Kukar saja, itu tidak akan efektif,” pungkas Rauf.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.