Senin, 12 November 2018




Membuka jendela di pagi hari agar udara segar dan sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan ternyata adalah sebuah kebiasaan yang menyehatkan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa tindakan itu bisa membantu menurunkan resiko kontaminasi bakteri.

Studi baru menunjukkan bahwa jika anda tidak membuka tirai jendela di pagi hari , kemungkinan jatuh sakit bisa lebih besar. Sinar matahari di pagi hari mampu membunuh bakteri penyebab penyakit yang hidup dalam debu. Sementara itu, kondisi yang lebih gelap malah membuat mereka berkembang.

Temuan yang di publikasikan di jurnal ilmiah Microbiome itu juga memperingatkan masalah yang cukup di kantor tanpa jendela.  Manusia menghabis kan sebagian besar waktu di dalam ruangan, di mana paparan partikel debu yang membawa bakteri, masuk pathogen yang dapat membuat kita sakit, tidak dapat di hindari,”ujar pimpinan studi Ashkaan Fahimipour.

 Tim di University of Oregon, Amerika Serikat, melakukan penelitian dengan menciptakan sebelas kamar miniatur. Kamar- kamar itu identik satu sama lain dan ditempatkan di berbagai tingkat cahaya. Setelah 90 hari hari, ruangan gelap memiliki jumlah bakteri dua kali lipat banyaknya.

“Kami berharap dengan pemahaman lebih lanjut bisa merancang akses di sinar matahari di gedung-gedung seperti sekolah, kantor, rumah sakit, dan rumah tinggal dengan cara yang mengurangi resiko infeksi akibat ditularkan oleh debu,”kata Fahimipour menambahkan.

Jading bagi anda yang terbiasa bangun tidur dalam kamar gelap gulita, mulai sekarang coba biasakan untuk mengangkat tirai dan membuka jendela. Meskipun menyilaukan mata, nyatanya sinar matahari pagi memang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan kita.

Tagged: , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.