Lima pelaku pembobol spesialis ATM di Samarinda, Kalimantan Timur, diringkus oleh polisi. Kelima nya harus merasakan timah panas dari petugas kepolisian, lantaran mereka melawan petugas pada saat petugas melakukan penangkapan dan di mintai untuk menunjuk kan barang bukti.
“Kelima pelaku kita lumpuh kan dengan timah panas. Mereka ini berasal dari jaringan Lampung, sindikat antar pulau, antar provinsi,”kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto. Dari inventarisis kasus pembobolan ATM, sementara ini terungkap kelima pelaku sudah melaku kan aksinya dari lokasi 10 lokasi ATM. Baik pagi, siang mau pun malam hari. Sementara ini, uang hasil membobol mesin ATM, di gunakan untuk foya-foya.
“Ada 16 mesin ATM yang telah mereka bobol, dalam dua tahun ini. Kesemua ATM yang telah di bobol, ada di Samarinda, ujar Vendra. “Tidak ada pelaku utama, atau otak pencurian dari aksi ini. Semua pelaku yang kita tangkap ini, melakukannya bersama-sama,”tambahnya.
Dalam kasus itu. Polisi mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 7,5 juta di duga hasil pembobolan mesin ATM, dan peralatan untuk mencongkel mesin ATM, diantaranya sejenis tongkat.”Kita terapkan Pasal 363 KUHP, pencurian dengan pemberatan,”tutur Vendra.
Diketahui, kasus itu terbongkar, setelah ATM BRI di dalam areal SPBU Jalan Sultan Sulaiman, Sambutan, Samarinda, nyaris di bongkar oleh kawanan rampok. Setelah gagal, mereka kabur. Mobil dengan nomor polisi mereka yang di gunakan oleh mereka, terekam dengan jelas oleh CCTV SPBU. Akhirnya di ringkus, di kawasan Samarinda Seberang. Dan saat ini kelima pelaku sudah di aman kan oleh petugas dan di tahan sementara di Kapolresta Samarinda untuk menjalani hukum.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.