Selasa, 23 Oktober 2018


Datuk Sero Ahmad Zahid Hamidi selaku Pemimpin Oposisi Malaysia menyatakan bawha gempa bumi serta tsunami yang belakangan ini telah terjadi di Sulawesi Tengah, indonesia merupakan sebuah hukuman karena adanya tindakan aktivitas lesbian, gay, dan transgender ( LGBT ) di wilayah tersebut. Di rinya pun merasa khawatir kalau Malaysia juga akan mendapatkan hukuman dari Allah subhanahuwa ta'ala karena adanya aktivitas LGBT di Malaysia.

"Kami melihat situasi di Malaysia. Kami khawatir karena kami tahu apa yang terjadi di Palu baru-baru ini di mana ada gempa bumi dan tsunami. Dilaporkan bahwa ada lebih dari 1.000 anggota komunitas mereka yang terlibat dalam kegiatan (LGBT) tersebut," ucap Zahid ketika berbicara di Dewan Rakyat, sebagaimana yang di bertikan media dari Malaymail, pada hari Selasa tanggal 23 oktober 2018.


"Akibatnya seluruh daerah hancur. Ini adalah hukuman Allah. Pertanyaan saya adalah apakah program Jakim (Jabatan Kemajuan Islam, bertugas merehabilitasi LGBT) berhasil karena data menunjukkan bahwa di pertengahan tahun lebih dari 1.000 (LGBT) bergabung dengan program-program ini," ungkapnya.



"Kami perlu memastikan bahwa Malaysia dan mereka yang menentang LGBT akan terhindar dari hukuman Allah," kata Zahid.

Merespon pernyataan Ahmad Zahid tersebut, Datuk Seri Mujahid Yusof Rawa selaku Menteri Urusan Agama di Departeman Perdana Menteri Malaysia menerangkan bahwa 1.450 anggota komunitas LGBT di Malaysia secara sukarela berpartisipasi dalam program pemerintah. Dirinya menambahkan bahwa beerapa sejak itu, telah kembali ke jalan Islam.

"Tiga dari waria melakukan umrah dari 2012 hingga 2016. Para peserta menjawab bahwa mereka merasa lebih bersentuhan dengan dasar-dasar Islam, termasuk salat, sambil mengoreksi kesalahpahaman mereka tentang agama," jelas Mujahid.

Tagged: , , , , , , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.