Sabtu, 03 November 2018



Masyarakat di ingatkan lebih cerdas dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah termakan konten-konten negatif yang sengaja disebar di media sosial. Terlebih saat ini sudah memasuki tahun politik.

“ Mari berikan kontribusi untuk perdamaian. Ini penting agar perdamaian di NKRI dapat terus terjaga lebih baik. Masyarakat tidak mudah di adu domba,” ujar Ketua Umum Yayasan Indonesia Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia, Jumat (2/11).

Menurutnya, penyebab hoaks melalui media sosial semakin gentar dilakukan oleh kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab. Bahkan, masyarakat kerapterpropokasi tanpa mau melihat data dan fakta yang ada di si penyebar hoaks.

“ Harus membuat media sosial ramah. Bersihkan konten-konten terbaru kebencian, permusuhan dan konflik dari media sosial,” tuturnya. Dirinya meminta kepada masyarakat ketika menerima informasi baik dalam bentuk meme, video, dan pernyataan sebaiknya mencermati apakah benar atau tidak. Dia meminta masyarakat juga tidak mudah membagikan konten yang tak jelas asal usulnya.

“ Dari pada kita membuat bahaya lebih baik kita meredamnya,” ujar Ketua lembaga kajian Agama dan jender (LKAJ) ini. Lalu selanjutnya, masyarakat harus bisa berpikir bahwa perdamaian itu jauh lebih baik dari pada konflik. Menurutnya, teknologi harus lebih banyak di manfaat kan untuk hal-hal yang positif saja jangan yang bersifat negative.

Dia sangat menyayangkan bahwa orang melakukan penyebaran hoaks juga di lakukan oleh orang-orang yang terdidik.” Jadi bukan terjadi di kelompok-kelompok anak milenial. Saya juga heran hal ini bisa terjadi pada kelompok-kelompok yang terdidik,” tandas dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Tagged: , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.