Korban gempa Palu masih bergerak mengungsi ke daerah lain. Bukan menggunakan kapal Perli maupun pesawat Hercules, melainkan kapal melayan menuju ke Berau, Kalimantan Timur. Polisi mewaspadai narapidana ikut rombongan mengungsi.
Data diperoses di kepolisisan, ada beberapa kapal nelayan yang datang membawa pengungsi melalui jalur perairan Berau. Mereka mengungsi ke kawasan Bidukbiduk, dan Batu Putih, Kabupaten Berau. “Ada beberapa kapal kecil, ya itu kapal nelayan membawa pengungsi asal Palu,”kata Kapolres berau AKBP Pramuja Sigit Wahono dikonfirmasi, Selasa (16/10).
Ada lima keberangkatan menggunakan kapal nelayan mengangkut pengungsi, dari tanggal 1-12 Oktober 2018.” Di Bidukbiduk dan Batu Putih, ada 70-an pengungsi. Mereka tinggal di rumah keluarga dan kerabat,”ujar Sigit.
Mengantisipasi narapidana Lapis Palu yang belum kembali, dan ikut dalam rombongan pengungsi, polisi memperketat pendataan.”yang jelas, kita koordinasikan kepalakampung setempat. Kewajiban pendatang lapor 1x24 jam kepala kampung, kita intensifkan,”terang Sigit. “Terpantau, dan kita berhasil mendata. Patrol Bhabinkamtiblmas, Babinsa, dan kelurahan juga diidentifikasikan. Hingga koordinasi kepada tokoh-tokoh masyarakat,”tambah Sigit.
Tak kalah penting, Sigit meminta warga mawas diri dengan lingkungan sekitar.”untuk data (napi) yang belum kembali di Lapas Palu, akan terus di perbaharui. Kepolisian di daerah yang jadi tujuan pengungsi, sementara masih mendata saja, siapa orang yang datang ke tempat kita,”jawab Sigit, saat ditanya ada tidaknya Kepolisian Berau mengantongi data Narapidana yang kabur pascagempa dan tsunami.
Diketahui, terdapat total narapidana di Lapas Palu dan Donggala yang belum kembali mancapai 1.236 orang. Polri terus ,mengingatkan mereka agar mereka segera menyerahkan diri.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.