Rabu, 03 Oktober 2018



Gempa Donggala bermagnitudo 7,4 diikuti tsunami palu yang terjadi pada jumat 28/9/2018 mengundang pertanyaan besar. Sebebarnya apa yang menyebabkan terjadi nya tsunami, fenomena yang terjadi untuk kali ini yang cukup kompleks?

Umumnya, Tsunami bisa terjadi ketika gempa berada di zona subduksi atau pertemuan dua lempeng, episentrum pada kedalaman kurang dari 70 kilometer,dan ada nya gerakan sesar naik. Sebaiknya gempa Donggala memiliki sesar mendatar dan pusatnya pun di daratan. Kedua hal ini sebenarnya menunjukkan potensi terjadinya tsunami sangat kecil.

Ada beberapa spekulasi dari para ahli tentang tsunami di Palu yang telah kami rangkum:

1 . Wilayah Palu yang berupa teluk

Ahli tsunami Widjo Hongko dari badan pepenelitian dan penerapan Teknologi (BPPT) dan Abdul Muhari dari Kementrian Kelautan dan Perikanan menyebut bahwa karakter lepas pantai Palu yang berbentuk teluk turut berperan Gelombang Tsunami bisa di amplifikasi ketika masuk teluk.

Hal senada juga di katakana oleh Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.”Kalau ada gempa jauh dari teluk, bisa memicu tsunami menjadi lebih tinggi karena volume air yang masuk banyak sedangkan daratannya mengecil,”kata Rahmat.

2 . Longsoran bawah laut

Selain karakter lepas pantai yang berbentuk teluk, Kepala Pusat Data informasi dan Human Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) Sutono Purwo Nugroho menyebut, tsunami sekitar 3 meter di Palu juga bisa disebabkan oleh longsoran bawah laut.

Namun, spekulasi ini tidak langsung di alami oleh Widjo dan Muhari. Kedua ahli itu berpendapat, diperlukan survey dan analisis untuk membuktikannya. “Perlu di buktikan dengan survey batimetri dasar laut untuk mengonfirmasi,”ujar muhari.

3 . Sepertiga sumber sesar Palu Koro di lautan

BMKG menyebut bahwa gempa pecan lalu diakibatkan oleh sesar Palu Koro. Sesar ini memanjang di wilayah Sulawesi Tengah dan sepertiganya menjorong ke lautan. Ahli tsunami Widjo KOngko menjelaskan, saat gelombang gempa menjalar di sepanjang sesar Palu koro, maka bagian yang menjorong ke laut ikut begetar dan memicu tsunami kecil.

4 . Pusat gempa bedepatan dengan pantai

Rahmat Triyono, kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BKKG berkata bahwa bisa terjadi karena pusat gempa berdekatan dengan daerah pantai. Akibatnya, getaran gempa memengaruhi lempeng yang berada di lautan dan akhirnya memicu tsunami.

Ilmian Indonesia dan Internasional sepakat tsunami yang baru saja menyapu Palu adalah fenomena tak biasa dan mengunggah hal-hal yang belum pernah diamati sebelumnya. Menurut Jason  Patton, ahli geofisika dari Humboldt State University, California, studi tentang dasar laut akan sangat membantu dalam memahami pristiwa ini.

Tagged: , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.