Kota Jakarta kembali di hebohkan dengan adanya ondel - ondel yang berada di jalan raya Ibu Kota yang mencari uang receh alias mengamen kini meciptakan dugaan bahwa Pemprov atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kurang memberikan wadah kepada para seniman kebudayaa Betawi tersebut.
Di mana pada Perda Nomor 4 Tahun 2015 terkait dengan Pelestarian Kebudayaan Betawi, sangat jelas bahwa pemerintah Privinsi DKI wajib untuk melestarikan kesenian serta warisan nenek moyang orang Betawi tersebut.
Asiantoro selaku Plt Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta sendiri menerangkan bahwa pihaknya pada saat ini tengah berupaya untuk mensosialisasikan kebudayaan ondel - ondel tersebut. Akan tetapi dirinya menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengakomodir semua seniman ondel - ondel.
"Pemda DKI bertanggungjawab, kan enggak mungkin juga semua terfasilitasi," kata Asiantoro kepada Media. Asiantoro juga menerangkan bahwa para pengusaha ondel - ondel sesungguhnya telah memiliki wadah untuk mengutarakan keluh serta kesah mereka. Di mana para pengerajin ondel - ondel di Jakarta sendiri tergabung dalam sebuah asosiasi. Dan di sana mereka akan saling tukar menukar informasi tetntang tempat pementasan ondel - ondel.
Pada asosiasi tersebut juga di dapati beberapa syarat untuk bisa memainkan kesenian ondel - ondel. Di mana mereka akan mengembalikan marwah ondel - ondel seperti dulu lagi.
"Jadi diatur sama asosiasi itu, yang boleh ngamen itu kalau dia lengkap alat musiknya, bukan pakai kaset," jelasnya.
Asiantoro menjelaskan bahwa pada saat pengerajin ondel - ondel sudah memenuhi klasifikasi untuk memainkan ondel - ondel maka pihaknya pun akan mengundang mereka untuk pementasan. Disparbud selalu memberdayakan mereka melalui kegiatan festival budaya Betawi yang di selenggarakan pada setiap tahunya di enam daerah di Ibuk Kota.
"Ondel-ondel adalah salah satu warisan budaya. Intinya tetap kita berdayakan. Semakin banyak festival, semakin banyak lapangan kerja utk ondel-ondel. Nah makanya tugas kita membuat festival," jelasnya.
Lain dari pada itu, dirinya juga menerangkan bahwa pada tahun 2014 lalu pihaknya telah membawa ondel - ondel ke Riau untuk menghadiri acara kesenian. Di mana hal tersebut memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya Betawi ke seluruh daerah. Sehingga seluruh masyarakat Indonesia bisa tahu bahwa Jakarta memiliki ciri khas kebudayaan ondel - ondel.
"Contoh bukti bahwa pemerintah peduli, ondel-ondel itu pernah saya bawa naik pesawat, artinya tampil di luar Jakarta. Saya ke Dumai, Riau. Kebetulan grup yang saya bawa itu adalah grup terbaik. Kenap saya ajak naik pesawat? Biar kesenian itu terlestarikan, artinya kan bisa diandalkan. Kan jarang kan liat ondel-ondel naik pesawat," pungkasnya.








0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.