Selain itu, pencak silat juga mengantarkan Yolla ke dunia akting. Pria kelahiran Sumatra Barat, 5 Juni 1992 ini berkesempatan beradu ekting dengan Iko Uwais.
Prima, sapaan akrap Yolla Primadona pertama kali mengenal pencak silat pada kelas 4 SD lewat perguruan pencak silat yang jarak nya tidak jauh dari rumah. Tidak terlintas dalam benak nya saat itu, ia akan mengguluti dunia pencak silat seperti sekarang. Namun, Prima merasa ada sesuatu yang berbeda pada olah raga ini yang membuat diri nya jatuh cinta.
“Yang membuat saya jatuh cinta dengan pencak silat itu rasa persahabatan nya, rasa di mana kita satu sama lain bisa menjadi sama. Karena ketika kita masuk (ke dunia pencak silat), kita memakai baju yang sama hitam,”ujar nya saat di wawancarai di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah.
Menggeluti pencaksilat, Prima berhasil menjuarai berbagai ajang di level nasional maupun internasional. Kejuaraan favoritnya adalah ketika kejuaraan dunia di Bali pada 2016. Alasan nya, karena 72 negara peserta dari berbagai budaya dan latar belakang sanggup berkumpul menjadi satu di bawah naungan olahraga pencak silat.
“Jadi setelah pertandingan itu kami berpesta. Kami sudah tidak lagi melihat warna kulit, ras, agama, dan perguruan mana. Kami hanya duduk di situ dan berbahagia. Jujur saya bahagia sekali melihat senyum mereka dan mengatakan bahwa saya bangga punya pencak silat,”ucap nya.
Bahkan dalam pencak silat lalu di liris oleh dunia perfilman. Tepat nya pada 2012, sutradara asal inggris, Gareth Evans, menawarkan ikut bagian dalam film berjudul “The Raid”. Film tersebut merupakan jenis film laga yang di dalam nya terdapat unsur seni bela diri.
Namun, saat itu Prima belum berjodoh dengan sang sutradara karena sedang manjalani pemusatan latlihan dalam rangka persiapan ke juaraan dunia di Chiang Rai, Thailand. Baru pada 2014, Prima ambil bagian dalam film The Raid 2. Bersama Iko Uwais, aktor sekali gus pesilat, Prima di percaya untuk tampil dalam beberapa adegan penting.
Penghargaan dari dunia film terhadap dunia pencak silat adalah ke banggan tersendiri bagi Prima. Sebagai atlet, ia bangga dengan olah raga yang di tekuni nya itu dapat populer dan mendunia. Prima pun semakin gencar mempromosikan pencak silat lewat usaha nya yang dirintis sejak 2010.
“Bahwa pencak silat sudah mendunia sekarang dan mereka ingin tahu apa yang ada di indonesia sehingga mereka juga bisa punya (apa yang indonesia miliki), kata dia.
Pada Asian Games nanti, indonesia perpeluang mendulang banyak medali emas dari cabang olahraga pencak silat. Total ada 16 nomor yang di pertanding kan. Prima akan turun di nomor seni ganda bersama Hendy, ke duanya yakin dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.