Jumat, 10 Agustus 2018




Koalisi pimpinan Saudi melakukan serangan udara di yaman pada kamis waktu setempat. Komite Palang Merah Internasional mengatakan, sedikit nya 29 tewas dan 30 lain nya terluka.
Anak-anak sedang dalam perjalanan dengan bus saat boom menghantam di sebuah pasar di Dahyan, provinsi utara Saada.

Kementrian Kesehatan Yaman yang di jalankan oleh gerakan pembrontak Houthi menyebutkan korban tewas berjumlah 43 orang, sementara 61 orang lain nya terluka.

Koalisi, yang mendukung pemerintah Yaman dalam perang melawan Houthi, menutur kan serangan udara itu adalah tindakan yang “sah”. Mereka bersih keras tidak pernah sengaja menargetkan warga sipil, tetapi kelompok hak asasi manusia telah menuduh mereka sebagai dalang pengeboman di pasar, sekolah, rumah sakit, dan daerah pemukiman.

Sementara itu PBB yang baru untuk Yaman, mantan diplomat inggris Martin Griffiths, berncana mengundang pihak yang bertikai ke Jenewa pada bulan September mendatang. Hal itu guna membahas kerangka kerja untuk negosiasi.

Martin Griffiths juga mengatakan kepada wartawan BBC, Lyse Doucet, bahwa jika konflik itu tidak terselesaikan, Yaman bisa hancur dan komunitas Internasional dapat melihat wilayah yang lebih parah dari Suriah atau Suriah Plus di masa mendatang.

“Perang Yaman akan menjadi lebih rumit, semakin lama berlangsung. Akan ada lebih banyak kepentingan internasional dan polarisasi, akan lebih sulit untuk di selesaikan.

Lembaga internasional Save the Children mengatakan, sekitar 130 anak meninggal setiap hari di Yaman akibat perang, kelaparan, dan mendrita penyakit.

Di lansir dari laman VOA Indonesia, Sabtu 18 November 2017, Save the Children menyatakan bahwa blokade yang terus di terap kan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap pemberontak Syiah Houthi, akan terus meningkat kan jumlah kematian.

LSM tersebut mengatakan lebih dari 50 ribu anak-anak diyakini meninggal pada tahun 2017.

Arab Saudi menerapkan blokade terhadap pelabuhan Yamansetelah serangan misil dekat Riyadh pada awal bulan November. Menurut Saudi, pasukan koalisi akan membuka blokade tersebut, setelah menerima kreritik dari dunia internasional.

Pada kamis 16 November lalu pemimpin WHO, UNICEF dan Program Pangan Dunia mengeluarkan pernyataan bersama agar Arab melonggarkan blokade tersebut.

“Walaupun koalisi militer yang di pimpin oleh Saudi telah membuka bagian blokade terhadap Yaman, penutupan sebagian besar pelabuhan udara, perairan dan darat memperparah keadaan yang sudah terlanjur buruk,”menurut Save the Children.

“ Ruangan dan akses yang di butuhkan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan terganggu, mengancam jiwa jutaan anak dan keluarga,”tambah nya.

Pasukan koalisi pimpinan saudi berperang melawan pemberontak yang di kenal sebagai Houthi, pada bulan Maret 2015, mewakili pemerintah Yaman yang di akui dunia internasional.

Tetapi koalisi hanya berhasil mencapai sedikit kemajuan dan para pemberontak masih menguasai sebagian besar Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa.

Perang melawan pemberontak ini telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang dan 3 juta lain nya telah meninggalkan tempat tinggal mereka. Yaman adalah negara Arap termiskin bahkan seblum konflik ini di mulai.


Tagged: , , , , , , , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.