Seorang wanita di Turki melayangkan gugatan cerai kepada suami nya dan menuntut kompensasi finansial akibat tak kuasa melayani hubungan rumah tangga dengan pasangan tersebut.
Bukan karena tindakan kekerasan pada rumah tangga, namun wanita ini muak lantaran sang suami punya ke biasaan mengenakan pakaian dalam wanita saat berada di dalam rumah.
Menurut kuasa hukum dari wanita tersebut, proses pangajuan perceraian telah di limpahkan kepada Pengadilan Keluarga di Gaziosmanpas, Istanbul, turki.
Sang kuasa hukum juga mangatakan jika suami dari klien nya ini kerap mengenakan makeup dan pakaian dalam wanita sejak dua tahun terakhir.
Tahu bahwa suami nya bertingkah aneh, wanita ini pun langsung menegur nya. Namun, upaya agar sang suami berubah malah mendapat respons yang tak mengenakan. Wanita itu malah mendapatkan perlakuan kasar.
“Klien saya jadi depresi dan sudah tidak lalgi mempertahankan pernikahan ini,”kata perngacara.
“Korban pun menyebut bahwa ia curiga sang suami memiliki kelainan orientasi seksual. Sehingga sudah yakin untuk berpisah,” tambah nya.
Kedua belah pihak juga sudah menyetujui untuk perceraian ini.
Pasangan suami istri yang sudah menikah selama sembilan tahun ini mengaku sudah mantap menata hidup masing-masing. Tetapi permasalahan nya ada pada si pria yang enggan membayar kompensasi atas kelaim kerugian yang di rasakan oleh sang istri.
Turki adalah salah satu negara yang menentang adanya LGBT. Sebelum nya negara ini juga melarang adanya long march dengan konsep Pride LGBT.
Keanehan lain nya juga pernah terjadi pada seorang guru di taman kanak-kanak di New York. Bukan memakai celana dalam wanita melain kan punya kebiasaan mencuri untuk di simpan.
Setelah di periksa, keseluruhan celana dalam yang di temukan adalah milik murud-muridnya yang masih terbilang bocah.
Di lansir dari laman New York Post, pria tersebut di ketahui bernama Roland Yockel. Ia tercatat sebagai guru TK di Brockport Central School.
Pria berusia 30 tahun itu di dakwa atas tuduhan tindakan ponografi anak setelah agen Unit Investigasi Kriminal Homeland Security menyerbu rumah nya yang berada di wilayah Hilton, New York.
Begitu masuk, polisi yang bertugas menemukan kepingan kaset vidio seks dan foto porno anak-anak berusia empat sampai tujuh tahun.
Menurut polisi, tumpukan celana dalam yang di temukan oleh petugas didapat oleh Yockel berkat hasil curian. Kala itu, para murud TK sedang berkemah. Pada momen itulah, Yockel mencuri celana dalam para anak didik nya.
Meski kedapatan mencuri celana dalam dan punya koleksi film porno anak, pria tersebut mangaku bahwa diri nya tak melakukan tindakan kekerasan seksual kepada anak di bawah umur.
Kini, Yockel harus menghadapi ancaman penjara selama 20 tahun penjara apa bila terbukti bersalah. Pihak Brockport Central School tempat para korban bersekolah belum berkomentar soal insiden celana dalam.
Sebelum menjadi guru, Yockel di ketahui bekerja sebagai koordinator perkemahan musim panas di Hamlin Recreation.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.