KETUA UMUM GOLKAR AIRLANGGA HARTARTO TIDAK DAPAT MENYURUTKAN KONFLIK
![]() |
| BUNDAPOKER |
Penyebabnya,261 jabatan pengurus partai yang disebarkan Airlangga pada 22 Januari lalu,Munaslub penunjukan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum pada bulan Desember tahun 2017 kemarin tidak dapat mengatasi konflik yang ada di internal Partai Golkar.
Namun, baru menjabat selama 2 bulan posisi Airlangga sudah digoyang kesana dan kemari dengan kelompok tertentu di Golkar,awalnya Airlangga dinilai mampu menyolidkan masalah partai berlambang pohon beringin itu setelah Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP.
Salah satu alasannya adalah perampingan dari sebelumnya ada 300 jabatan hanya tinggal 200-an saja,konflik terjadi diyakini karena banyak pengurus Golkar yang tidak mendapatkan tempat di DPP partai.
Diskusi ini dihadiri oleh senior Golkar Yasril Ananta Baharuddin sejumlah pengamat politik dan perwakilan politik dan perwakilan Ormas Tri Karya,sederet diskusi yang mempertanyakan kredibilitas pemilihan pengurus Golkar di era Airlangga memang gencar dilakukan sejak pengumuman yang dilakukan menteri perindustrian itu.
Menurut beliau kehadirannya dalam diskusi atas dasar kemauan pribadi dan kapasitasnya sebagai pribadi bukan mewakili per orang,dari klarifikasi yang sudah diberikan oleh Yasril,beliau membantah ada pesanan untuk datang ke acara tersebut.
Turut mengundang dalam acara itu wakil dewan pakar Golkar Zainal Bintang,tokoh Golkar Iskandar Mandji,Ketua DPP Ormas MKGR J.S.Simatupang,dan Freddy Latumahina,akan digelar pada tanggal 7 Februari di Warung Daun Cikini dan untuk diskusi selanjutnya digelar oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai aktivis Golkar.
Bahkan Ical secara terus terang mengungkap kekhawatirannya tentang gerakan tersebut,gerakan menggoyang kepemimpinan Airlangga ini pun diamini oleh Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Beliau mengatakan kelompok tersebut mendatangi semua mantan Ketua Umum Golkar termasuk dirinya,untuk menyampaikan keluh kesahnya,mantan Ketua umum Golkar itu tidak mengungkapkan siapa kelompok tersebut.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.