Jumat, 23 Februari 2018

BANDARA BARU DI YOGYAKARTA AKAN DIOPERASIKAN TERMINAL BARU DI BULAN MEI

BUNDAPOKER

Operator bandara milik negara PT Angkasa Pura I (AP I), yang mengelola 13 bandara di Indonesia tengah dan timur, telah memberikan update mengenai pengembangan bandara di wilayah-wilayah tersebut di nusantara.

Bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah, misalnya, akan mengoperasikan terminal barunya di bulan Mei. Ini bertujuan untuk memberikan solusi atas kurangnya kapasitas selama beberapa tahun terakhir. "Kami berharap hal ini bisa dilakukan sebelum mudik [eksodus]," kata Devy Suradji, direktur pemasaran dan layanan AP I, dalam acara Bandara-Airlines Gathering 2018 pada hari Rabu di hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

AP saya juga akan membangun bandara Yogyakarta baru di Kulonprogo, yang diharapkan beroperasi pada 2019. "Bukan berarti kita akan menutup bandara di Solo Surakarta dan Yogyakarta," kata Devy, menambahkan bahwa mereka akan melakukan meningkatkan bandara karena mereka tidak bisa hanya mengandalkan Kulonprogo.

Demikian pula, Terminal 3 baru di Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur, juga akan beroperasi pada 2019. Devy juga mengatakan bahwa masyarakat juga harus mengharapkan perubahan di Terminal 1.

Selain itu, AP I sedang merencanakan perkembangan, termasuk fasilitas baru, di Bandara Internasional Ngurah Rai. Tempat parkir, yang saat ini memiliki 754 tempat parkir, akan berkembang menjadi 1.751 ruang pada bulan Oktober. Sementara itu, akan ada tambahan loket check-in di terminal penerbangan internasional, meningkat dari 96 menjadi 136 loket di bulan Oktober.

Direktur AP I Faik Fahmi mengatakan mayoritas dari 13 bandara kekurangan kapasitas. "Tahun ini kita bisa mengangkut 89 juta penumpang, tapi kami yakin jika masalah kapasitas bisa diatasi, pertumbuhan lalu lintas akan membaik," kata Faik.

"Tahun ini kami berencana menginvestasikan sekitar 18,8 triliun untuk pembangunan infrastruktur," kata Faik, menambahkan bahwa akan dialokasikan ke sembilan bandara dari 13, termasuk di Kulonprogo di Yogyakarta, Semarang, Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan Bali. "Di Bali, kami diminta menambahkan lebih banyak celemek untuk mempersiapkan IMF [Dana Moneter Internasional] dan target kami adalah agar mereka siap pada bulan Juni."

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.