Terkait dengan penguji cobaan rudal balistik beberapa waktu belakangan ini, Korea Utara kembali kejatuhan sanksi kelas berat secara langsung dari Dewan Kemanan PBB .
Dimana resolusi yang telang dirangkai oleh Amerika Serikat kali ini adalah mengurangi pasokan bahan bakar bensin kepada Korea Utara sebanyak 90 persen. Dan Rusia dan China yang hingga pada saat ini merupakan mitra perdagangan utama Korea Utara pun menyetujui akan resolusi yang di keluarkan Amerika Serikat tersebut.
Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat pun menyampaikan resolusi tersebut dengan amat baik dan tegas pada akun Twitternya, dimana Donald Trump mengatakan bahwa dunia ingin " perdamaian, bukan kemarian".
"The United Nations Security Council just voted 15-0 in favor of additional Sanctions on North Korea. The World wants Peace, not Death!". Tulis Trump pada akun Twitternya.
Dimana sampai pada saat ini ketegangan masih terus meningkat sepanjang tahun di karenakan Korea Utara dan program rudal nuklir nya terus menunjukan perkembangan, serta dengan sikap Korea Utara yang tidak perduli dengan tekanan serta kekuatan dunia.
Dimana pada kesempatan kali ini Korea Utara berhasil mendapatkan sepaket sanksi edisi terbaru yang di antaranya adalah :
-- Impor bahan bakar bensin menuju Korea Utara akan di batasi menjadi 500.000 barel per tahunya serta impor minyak mentah yang hanya mencapai 4 juta barel per tahun.
-- Seluruh warga Korea Utara yang pada saat ini menetap di luar Korea Utara harus segera kembali ke Korea Utara dalam waktu 24 bulan sesuai dengan proposal resolusi yang memberikan batasan sumber vital mata uang asing.
-- Serta eksportir barang dari Korea Utara untuk keluar ke negara lain seperti ekspor peralatan listrik serta mesin akan di larang.
LIHAT JUGA : BUNUH DAN PERKOSA MAYAT WANITA KARENA CINTA DI TOLAK






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.