Donald Trump dan Arab Saudi telah setuju terkait dengan penjualan sistem pertahanan anti rudal THAAD ( Terminal high Altitude Area Defense ) untuk Arab Saudi dengan nilai jual sebesar USD 15 miliar atau sekitar 202.7 triliun Rupiah.
"Penjualan ini meningkatkan kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS, dan mendukung keamanan jangka panjang Arab Saudi dan kawasan Teluk dalam menghadapi ancaman regional dalam menghadapi Iran dan lainnya," demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri AS sebagaimana dilansir Al Arabiya, Sabtu (7/10/2017).
Terjualnya perangkat THAAD milik Amerika Serikat kepada Arab Saudi adalah sebuah partial dai sebuah paket penjualan senjata dengan nilai USD 110 Miliar atau sekitar 1.486 triliun Rupiah seperti yang di janjikan oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat pada saat datang berkunjung ke Riyadh pada bulan Mei sebelumnya.
Persetujuan tersebut di sepakati ketika Raja Salman bin Abdulaziz ak Saud selaku Raja Arab Saudi mengunjungi Rusia. Dimana pada kunjungan tersebut, Moskow telah setuju untuk memberikan suplai beberapa sistem senjata pertahanan kepada Riyadh, yang termasuk sistem pertahanan rudal S - 400 , senapan serbu Kalashnikov AK - 103 berserta amunisinya dan juga artileri AGS - 30.
Dimana kesepakatan tersebut ditanda tangani oleh kedua belah pihak yang di arahkan langsung oleh Putra Mahkota Arab Saudi dan Wakil Perdana Menteri serta Menteri pertahanan, Mohemmed Bin Salman kedua belah pihak dengan sepakat menandatangani kesepakan tersebut dengan harapakan bahwa kedepanya hal ini akan menjadi hal yang sangatlah penting untuk pertumbuhan serta perkembangan industri sistem persenjataan serta pertahanan militer Arab Saudi.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.