Jumat, 20 Oktober 2017

DPR DAN PEMERINTAH DISEBUTKAN SEPAKAT PADA PEMBELIAN AW101

DPR DAN PEMERINTAH DISEBUTKAN SEPAKAT PADA PEMBELIAN AW101
DPR DAN PEMERINTAH DISEBUTKAN SEPAKAT PADA PEMBELIAN AW101
Pengadaan helikopter Agusta Westland (AW) 101 sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Angkatan Udara 2015-2019. Hal tersebut ditegaskan oleh Marsekal Supriyanto Basuki, yang saat ini menjabat sebagai Asisten Perencanaan (Asrena), Kepala Staf Angkatan Udara Angkatan Udara Indonesia.

Supriyanto mengaku memiliki bukti kuat tentang prosedur hukumnya. Padahal, katanya, DPR dan pemerintah telah menyetujui anggaran negara yang mencakup helikopter AW101 VVIP untuk Angkatan Udara.

"Setelah Presiden Jokowi menolak rencana tersebut pada bulan Desember 2015 menyebabkan biayanya tinggi, akhirnya Kementerian Keuangan (Menkeu) menangguhkan anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan helikopter," kata Supriyanto saat berdiskusi dengan SINDO Newspaper Editor di Gedung SINDO, Jakarta pada Kamis (19/10).

Menurutnya, pemblokiran dari Menteri Keuangan tersebut kemudian dibuka kembali pada Juni 2016 setelah Angkatan Udara mengubah kontrak pembelian yang semula membeli Heli AW101 VVIP agar Presiden bisa menjadi pesawat angkut.

"Proses pengadaan juga tidak masalah, semua setuju dan terus berlanjut," katanya. Supriyanto membantah jika pembelian helikopter itu terlalu mahal dan diduga ada mark up. Dugaan nilai mark up Rp220 miliar, katanya, tidak berdasarkan fakta. Menurut dia, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum mengaudit pembelian pesawat.

"Tuduhan korupsi berarti ada kerugian negara," katanya. Sebagai informasi, Supriyanto adalah orang kelima yang ditunjuk oleh tersangka TNI Puspom. Sebelumnya, Puspom telah menugaskan empat orang lainnya ke Kolonel FTS sebagai Kepala Unit Pelayanan Pengadaan Angkatan Udara, Marsekal FA sebagai pejabat komitmen, Letnan Kolonel WW sebagai pemegang uang tunai dan Letnan Dua SS. Sementara dari sektor swasta, Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh. Irfan dinobatkan sebagai tersangka atas dugaan komitmen Agusta Westland dan menaikkan harga helikopter.

Tagged: ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.