ANIES INGIN MENGUBAH KANTOR YANG TIDAK DIGUNAKAN MENJADI RUANG PUBLIK SETELAH IBUKOTA PINDAH
Menyusul pengumuman rencana untuk memindahkan ibukota Indonesia ke Kalimantan Timur, Gubernur Jakarta Anies Baswedan telah menyatakan harapan untuk mengubah gedung kantor pemerintah yang tidak digunakan menjadi ruang publik.
Presiden Joko "Jokowi" Widodo secara resmi mengumumkan pada hari Senin bahwa pemerintah pusat akan memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
"Kami akan membahasnya nanti. Salah satu hal yang akan sangat bermanfaat bagi warga Jakarta adalah jika kami memiliki banyak ruang terbuka hijau [...] juga ruang biru, melalui taman, kolam, perairan. Kami berharap bisa terjadi, "kata Anies kepada wartawan di Jakarta Timur, Rabu.
Anies mengatakan bahwa beberapa bangunan yang tidak digunakan juga akan digunakan untuk tujuan komersial, seperti kantor.
“Jakarta akan selalu memiliki peluang untuk berkembang karena harus ada kegiatan pembangunan. Fasilitas [yang tidak terpakai] untuk tujuan komersial akan meningkat, [jumlah] kantor akan meningkat, ”tambahnya.
Karena dia belum diberitahu tentang proses relokasi, Anies mengatakan masih terlalu dini untuk membahas secara rinci bagaimana kantor pemerintah yang kosong di Jakarta akan digunakan.
Meskipun modal dipindahkan, Anies menekankan bahwa proyek-proyek infrastruktur di Jakarta, dijadwalkan selesai pada tahun 2030 dengan perkiraan biaya Rp 571 triliun (US $ 40,04 juta), akan berlanjut. Proyek-proyek tersebut meliputi pengembangan jaringan komuter LRT, MRT dan BRT, sistem air minum, saluran air limbah dan perumahan.
Anies mengatakan pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta telah membahas proyek-proyek tersebut ke tingkat teknis dan telah menyelesaikan pembahasan mengenai skema pendanaan.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.