
Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas tentang terkait pendidikan dan pelatihan vokasi bersama para menteri kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (16/5). Dalam rapat tersebut, Jokowi membahas terkait suplai dalam bentuk pendidikan dan pelatihan.
"Tadi kita membahas dari sisi suplainya, sisi pendidikan, dan pelatihan Jadi sebenarnya jumlah BLK dan SMK itu banyak, belasan ribu. Tapi sekarang yang menjadi concern adalah kualitas dan kecocokan dengan bidang kerja," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).
BACA JUGA : BERIKUT 3 SMARTPHONE DENGAN DIBEKALI KAMERA 48 MP YANG SANGAT COCOK UNTUK DIABADIKAN MOMEN KALIAN
Sehingga, dia menambahkan, Jokowi meminta agar semua SMK, Badan Latihan Kerja memperbaiki pendidikannya. Salah satunya yaitu memiliki sertifikat, kompetisi yang dihasilkan sekolah. Sehingga nantinya murid-murid yang membutuhkan pekerjaan bisa mendapatkan lebih cepat.
"Sehingga tadi Presiden meminta agar semua SMK, BLK, benar-benar dilihat seperti apa kualitasnya kemudian sertifikasi kompetensi apa yg bisa dihasilkan dari sekolah-sekolah tersebut yang nantinya sesuai dengan kebutuhan kerja," lanjut Bambang.
BACA JUGA : PERSAINGAN GARUDA INDONESIA DAN LION AIR, DARMIN BERI DUKUNG PENUH MASKAPAI ASING MASUK RI
Untuk itu, Jokowi meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menristekdikti Mohamad Nasir, serta Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri untuk melihat beberapa SMK yang tidak berkualitas dan memperbaikinya.
"Cuma sekarang kita tidak bisa memulai dari nol jadi kita harus memanfaatkan yang ada. Yang ada ini harus, bukan masalah jumlah rasio guru atau segala macam,tapi adalah kecocokan dari keahlian dan keterampilan lulusan dengan yang dibutuhkan pasar kerja. Sisi suplai harus mendengar sisi kebutuhan," tutup Bambang.





0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.