Sabtu, 13 Oktober 2018



Kulit gajah Afrika yang berkerut-kerut sudah lama menarik perhatian para peneliti. Tim peneliti bertanya-tanya mengapa gajah Afrika memiliki bentuk kulit yang seperti demikian.

Penelitian yang di publikasikan di jurnal Nature Communication berhasil mengungkap jika kerutan tersebut ternyata merupakan hasil dari proses evolusi jutaan tahun yang rumit. Kerutan-kerutan tersebut memungkinkan mamalia darat terbesar itu tetap dingin dan terlindung dari parasite.

“Pola kerutan itu menahn lumpur dan air 10 kali lebih banyak sehingga membuat gajah Afrika lebih mudah mengontrol suhu tubuh secara efisien,”kata Michel Milinkovitch, peneliti dari university of Geneva (UNIGE) di Swiss.

Gajah Afrika tidak berkeringat dan tidak memiliki kelenjar sebum yang memungkinkan mamalia ini untuk tetap berada dalam kondisi yang nyaman dan tidak kepanasan. Selain itu, gajar Afrika juga memiliki akses yang terbatas dengan air sehingga mereka memerlukaan kulit yang dapat mengimpan air untuk waktu yang lama.

Jadi,satu-satunya cara mereka untuk menghindari panas berlebihan adalah melalui penguapan air yang terkumpul pada kulit mereka, baik itu saat mandi, menyemprotkan diri atau berkubang dalam lumpur. Kerutan- kerutan pada kulit mereka menangkap air dan menahaan kelembapan di tengah teriknya Afrika.

“Kulit gajah memangbverkerut dan jika dilihat lebih dekat lagi, terdapat juga integument dengan jaringan rumit sangat kecil dan saling berhubungan ,”jelas Milinkovitch. Sementara itu, saudara mereka, gajah Asia, cenderung tidak memiliki kerutan.

Meski membutuhkan penelitian lebih lanjut lagi, Milinkovitch mengungkapkan jika karena kerutan kurang bermanfaat bagi gajah Asia. Pasalnya, gajah Asia hidup di lingkungan yang lebih basah di bandingkan dengan gajah Afrika. “Temuan ini merupakn contoh baru tentang bagaimana proses fisik bisa telibat dalam pengembangan bentuk hewan,”jelasnya.

Tagged: , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.