Senin, 01 Oktober 2018



Menurut laporan terbaru Badan Kesehatan Dunia (WHO), hamper dari setengah dari total jumlah sekolah  di seluruh dunia kekurangan air bersih, toilet dan fasilitas cuci tangan sehingga anak-anak berisiko terkena penyakit.

Sedikitnya 900 juta anak-anak harus menghadapi kekurangan fasilitas kebersihan dasar selama masa pendidikan, membahayakan kesehatan dan mengakibatkan mereka berakibat kehilangan kesempatan menempuk pendidikan.

“Anda tidak dapat memiliki lingkungan besar yang berkualitas tanpa kebutuhan dasar ini,”kata Dr Rick Johnston dari Organisasi kesehatan dunia. Laporan tersebut melarang anak-anak datang kesekolah jika tidka ada toilet yang memadai. Hal itu di karenakan memicu risiko dehidrasi, yang bisa mengganggu proses belajar di ruangan kelas.

“Kekurangan air bersih dan fasilitas sanitasi dapat menyebabkan dehidrasi, penyakit dan bahkan kematian,”jelas Dr Rick. Tetapi banyak anak-anak dipaksa mengambil risiko kesehatan tersebut agar bisa tetap belajar di kelas, demikian laporan yang di hasilkan atas kerja sama WHO dan Unicef, di lebih dari 80 negara di dunia.

Afrika Sub-Sahara, Asia Timur dan Tenggara menghadapi masalah buruknya fasilitas kebersihan kebersihan sekolah yang dimilikinya. “Ini sangat mengejutkan ,”kata Tim Wainwright, kepada eksekutif amal Water Aid, kepada Thomson Reuters Foundation.

“Konsekuensinya sangat luas dalam hal skses anak-anakke pendidikan kesehatan umum dan keadaan gizi.” Sementara itu, ditemukan fakta bahwa hamper sepertiga sekolah dasar dan sekolah menengah kekurangan pasokan air bersih, yang mempengaruhi hamper 570 juta anak-anak. Bahkan, hamper 20 persen sekolah tidak memiliki air minum yang aman sama sekali.

Lebih dari sepertiga sekolah tidak memiliki fasilitas toilet yang memadai, mempengaruhi lebih dari 620 juta anak-anak. Hamper dari lima sekolah dasar dan satu dari delapan sekolah menengah dianggap tidak memiliki sanitasi.

Di lain pihak. Para pemimpin dunia telah menandatangani jani global untuk menyediakan air dan fasilitas kebersihan untuk semua sekolah, serta memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang komprehensif pada 2030 di bawah tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.

Sejalan dengan hal tersebut, Bank Dunia tahunlalu memperingatkan Negara-negara yang diperlukan untuk melipat gandakan anggaran hingga US 150 miliar setahun untuk memberikan air dan sanitasi Universal yang aman.

Namun, para ahli mengatakan mereka optimis situasinya dapat dengan cepat ditingkatkan jika para pemimpin memperlakukan air, sanitasi dan kebersihan sebagai prioritas.

Tagged: , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.