Tampilkan postingan dengan label JAWATIMUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAWATIMUR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Oktober 2018


Andika Saputra seorang buruh harian lepas berusia 20 tahun di laporkan tewas mengenaskan terkapar berlumuran darah karena di keroyok beberapa orang dengan menggunakan senjata tajam di area Jalan Radar Auri, Cimanggis tepatnya di depan SMP Negeri 7 Mekarsari pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2018 sekitar pada pukul 02.20 WIB.

Ipda I Made Budi selaku Paur Humas Polresta Depok sendiri menerangkan bahwa sesuai dengan informasi yang di dapatkan dari M Idrus yang merupakan seorang saksi mata sekaligus salah seorang pengguna jalan melihat korban Andika Saputra telah erkapat di jalanan, selanjutnya korban pun dengan segera di bawa menuju ke Rumah Sakit Sentra Medika, Akan tetapi, ternyata korban tidak mampu bertahan dari harus meregang nyawa karena kehabisan darah yang di hasil kan dari bacokan senjata tajam di bagian perut dan punggungnya.

"Kami dapat informasi ada tawuran antar-pemuda, dari keterangan saksi di lokasi korban sudah meninggal karena luka sabetan bagian bawah perut dan punggung belakang," kata Made saat dihubungi wartawan, Minggu (21/10/2018).



Dirinya juga menerangkan bawha setelah peristiwa pengoroyokan tersebut, tersangka pun dengan segera melarikan diri dan di ketahui bahwa sampai pada saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para tersangka. Dari korban sendiri pun di dapati Kartu Tanda Penduduk atau KTP  yang berdomisili di Kampung Babakan RT 03 / 04 Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat.

" Kami sudah lakukan olah TKP, pemeriksaan saksi dan membuat visum korban. Semua masih dalam penyelidikan terkait tewasnya korban dan kami juga sudah hubungi pihak keluarga." jelas I Made.

Lain dari pada itu, di lokasi peristiwa tersebut sendiri, AKP Eman Sulaeman selaku Kanit Reskrim Polsek Cimanggis menjelaskan masih belum bisa di identifikasi terkait dengan para tersangka karena bukti yang sangat minum di lokasi kejadian. Dan sesuai dengan informasi yang di dapatkan dari saksi mata di lapangan, korban ternyata di keroyok oleh lebih dari 10 orang dengan menggunakan sepeda motor.

"Karena di sekitar lokasi kejadian tak ada CCTV, masih belum dapat memastikan ke arah mana pelaku melarikan diri. Diperkirakan ada sekitar 12 pengendara motor saat kejadian kita masih belum tahu dari arah mana dan kemana pelaku melarikan diri," pungkasnya.

Jumat, 14 September 2018


Kota Depok kembali gempar dengan adanya sepucuk surat dari seorang pria bernama Agus Maulana yang berusia 32 tahun yan di ketahui tewas dengan cara gantung diri di pohon nangka di TPU Karet, Cipayung, kotqa Depok. Di mana korban Agus Maulana sendiri melakukan bunuh diri karena terlilit oleh hutang. Di mana sebelum dirinya tewas, korban ternyata sempat menuliskan sepucuk surat yang berisikan permintaan maaf terhadap orang tua, istri serta anaknya pada sepucuk surat tersebut.

Pada sepucuk surat tersebut Agus Maulana sendiri menyatakan perasaan sayangnya kepada sang anak dan meminta maaf karena tidak mampu untuk melihat anaknya tumbuh hingga dewasa. Di mana untuk sang istri, Agus pun meminta maaf karena masih belum bisa memberikan apa yang terbaik untuk istrinya, korban agus sendiri merasa malu karena tidak dapat memberikan nafkah kepada anak istri nya akibat terlilit dengan hutang.

"Buat Anakku, ayah sayang banget sama kamu, maafin ayah anakku. Buat istriku, aku sayang kamu, maaf aku gak bisa jadi yang terbaik"

Agus pun minta didoakan setelah meninggal, "Semoga Allah SWT memafkan segala perbuatanku. Seburuk apa pun aku, kirim doa untuk aku, untuk meringankanku di dalam kubur dan akhirat"


Iptu Made Budi selaku Paur Humas Polresta Depok menyatakan bahwa korban Agus merasa malu karena dirinya terjerat hutang. "Makanya korban bunuh diri dengan gantung diri. Korban juga enggak bisa berikan uang kepada keluarga semuanya karena kalah judi," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (13/9/2018).

Jayadi yang merupakan seorang saksi mata di ketahui mendapati korban telah meninggal dunia dengan keadaan gantung diri di sebuah pohon nangka dengan leher korban yang di ikat dengan tali tambang sekitar pada pukul 08.30 WIB. Saki sendiri juga mendapati sepeda motor milik korban dengan nomor polisi B 6885 ZK yang parkir di lokasi kejadian.

"Dapat informasi dari warga polisi datang melakukan olah TKP di lokasi. Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi. Sementara itu, jasadnya dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur," kata Budi.

Rabu, 15 Agustus 2018


Aisyah Tusalamah selaku Ratu dari Kerajaan Ubur - ubur yang menganut aliran sesat ternyata bukanlah penduduk asli Provinsi Bante, Akan tetapi ratu ubur - ubur tersebut ternyata asli dari Sumedang Jawa Barat.

"Asal AS dari Jawa barat, Sumedang tepatnya. dia memikiki KTP sini (Serang). Sedangkan pengikutnya kebanyakan dari Jawa Tengah, Jawa Timur," kata Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin kepada wartawan, Rabu (15/8/2018).

Sesuai dengan informasi yang di dapatkan dari para pengikutnya yang telah di interogasi yang di antaranya adalah Sony dan Nur Salim, Di mana kedua orang tersebut tertarik dan ingin lebih mempelajari ajaran yang di bagikan oleh Aisyah melalui akun facebooknya tersebut.

Di mana Komarudin sendiri mengatakan bahwa orang - orang bergantian untuk keluar dan masuk ke dalam istana Kerajaan ubur- ubur yang berada di lingkungan Sayabulu, Kota Serang, Banten tersebut.



"Para pengikutnya ini datang bahkan ada yang menginap di rumah milik Aisyah yang dibelinya dua tahun lalu. Datang demi mendalami ilmu," katanya.

Para menganut yang di ketahui menginap di istana Kerajaan ubur - ubur sendiri di ketahui telah dua bulan menginap dan menjalankan tugas -tugas yang di berikan oleh struktir organisasi yang sudah di tetapkan. Sony sendiri memiliki tugas sebagai petugas keamanan di istana, di mana Nur Salin memiliki tugas sebagai ketua pengembangan program kerajaan mulai dari urusan ritual hingga yang lainya.

"Untuk kesehariannya, mereka mendapatkan uang dari iuran orang-orang yang datang," tandasnya.

Selasa, 14 Agustus 2018


Kota Serang tepatnya di wilayah Sayabulu RT 02 RW 07, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang kembali di hebohkan dengan adanya aktifitas dari pada kelompok orang yang menyatakan diri mereka adalah " Kerajaan Ubur - Ubur ". Di mana Kerajaan Ubur - ubur tersebut ternyata di pimpin oleh seapasang suami istri yang di duga menganut aliran sesat.

Amas Tajudin selaku Sekertaris MUI Kota Serang sendiri menerangkan bahwa sesudah pihaknya melakukan mediasi dengan pimpinan kelompok tersebut, Aisyah serta Rudi, dapat di simpulkan bahwa ajaran yang di anut oleh sepasang suami istri tersebut adalah ajaran aliran sesat. Di karenakan dirinya percaya bahwa Nabi Muhammad merupakan seorang wanita dan kalimat sahadatnya pun tidak sama dengan ajaran Islam.

"Kesimpulan kami dia bukan Islam, urusan keresahan masyarakat karena dia menyebarkan atas nama Alquran ini sudah meresahkan, kalau seperti itu Islam sudah ternodai," kata Amas usai mediasi, Senin 13 Agustus 2018.



Setelah menjalankan mediasi, Aisyah yang merupakan " Ratu Kidul " sendiri menyatakan bahwa dirinya beragama Sunda Wiwitan. Walaupun kerajaanya mengakui Alquran dan Alla SWT. "Allah memiliki makam seperti petilasan. Dia mempercayai Muhammad adalah seorang perempuan yang paling lucu adalah kenapa kita mencium hajar aswad karena hajar aswad seperti kelamin perempuan, dan kakbah bukan kiblat tapi tempat pemujaan," ujarnya.

Parahnya lagi, Amas sendiri berkata bahwa Pimpinan " Kerajaan Ubur - ubur " tersebut mengaku bahwa mereka mendapat amanat dari presiden Indonesia untuk terus mencairkan sejumlah uang dari berbagai rekening bank baik dari luar negeri ataupun dari dalam negeri Indonesia. "Yang luar negeri atas nama Maryam dan dalam negeri atas nama Muhammad, dan Muhammad nabi asli dari Indonesia," tandasnya.

Lain dari pada itu, Surya Mihardha selaku Ketua RT setempat pun menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan kelihan secara langsung dari para warga yang ada di sekitar terkait dengan kegiataan keagamaan dari sekelompok orang. Pasangan suami istri tersebut pun telah menempati rumah selama dua tahun dengan beberapa orang pengikutnya sekitar 8 orang. "Memang pengikutnya bukan orang Serang. Tapi orang Jawa Timur dan Jawa Tengah," katanya.

Sabtu, 11 Agustus 2018



Tarik ulur perubahan dua nama jalan di surabaya: Jlan Dinoyo menjadi jalan Sunda dan Gunungsari menjadi Prabu Siliwangi ‘memanas’ di gedung dewan. Situasi ini terlihat saat paripurna di DPRD surabaya digelar (11/8).

Sejak mulai di gelar pukul 12.00 WIB, sidang yang di pimpin Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Toha di warnai hujau interupsi dan protes sejumlah kalangan. Bahkan , dua politikus NasDem memilih walk Out, saat perubahan nama jalan disetujui pimpinan rapat.

Masduki berlasan, disetujui perubahan dua nama jalan tersebut karena dia sudah menerima laporan kerja Pansus (Panitia khusus) yang menyatakan sudah beres. Artinya tidak ada dampak apapun bagi masyarakat, sehingga perubahan nama jalan sudah di laksanakan.

Tapi nyatanya klaim Masduki tak sesuai pernyataan Ketua Pansus Perubahan Nama Jaln, Fathu Muid. Dan karena tak sepadan dengan Masduki, politikus NasDemini memilih mundur dari ketua Pansus.”banyak masyarakat menolak. Dan saya tetap bersama rakyat, makanya saya pilih mundur,”tegas nya.

Protes juga datang dari anggota komisi C, Vinsensius Awey yang juga dari NasDem. Dia menilai, keputusan perubahan nama jaln ini mengaburkan fakta sejarah.”pemerintah harus hadir, bukan menjajah kepentingan rakyat. Ini yang terjadi adalah penjajah baru. Ruang publik yang nyata-nyata menjadi saksi sejarah Kota Surabaya dihilangkan,”tegas Awey.

Lantaran tidak sepakat, Awey punmemutus kan walk out bersama Fathul Muid. Kedua nya menyatakan tidak ikut bertanggung jawab apabila terjadi permasalahan hukum dan gejolak di kemudian hari.

Sebelumnya, perubahan nama jalan Dinoyo dan Gunungsari ini bermula dari pertemuan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono.

Ketiga nya sepakat untuk merekonsiliasi hubungan Jawa-Sunda akibat perang Bubat di Zaman majapahit Abad ke-14. Rekonsiliasi disepakati dengan mengubah nama jaln di Surabaya dan Bandung. Jalan Gunungsari di Surabaya di ganti dengan jalan Prabu Siliwangi dan Dinoyo ganti jalan sunda. Sementara Bandung, sepakat mengganti nama salah satu jalan di kota nya dengan Jalan Majapahit.

Selanjut nya, persetujuan itu di bawa ke PemkotSurabaya untuk dimintakan persetujuan DPRD. Kemudian terjadilah Pro-kontra, baik di internal Pansus DPRD Surabaya maipun di kalangna masyarakat.

Kamis, 09 Agustus 2018


Cinta di tolak dukun bertindak, istilah tersebut tentu sudah sangat sering sekali di dengar pada keseharian hidup kita. Walaupun istilah tersebut sudah sangat sering sekali di gunakan di dalam dialog sinetron atau film - film horror, ternya ada banyak hal yang melatarbelajangi kemunculan istilah tersebut.

Sebagian kalangan pun di ketahui dengan nekat melakukan banyak cara untuk mendapatkan pria atau wanita idaman mereka. Di mana salah satu caranya adalah dengan menggunakan cara supranatural. Walau pun cara supranatural tersebut tidak masuk akal, namun cara tersebut masih saja di percaya oleh banyak kalangan karena di duga sangat ampuh untuk melancarkan urusan mereka.

Salah satu cara yang sangat sering di gunakan oleh masyarakat di Indonesia sendiri adalah ilmu pelet. Di mana ilmu pelet sendiri merupakan cabang dari ilmu gaib yang kegunaanya untuk mempengaruhi alam bawah sadar orang lain agar bisa di tanamkan rasa cinta kepada sang pengirim pelet.

Sesuai dengan informasi yang di dapatkan bahwa ada pengguna twitter dengan nama @kisahtanahjawa yang menjelaskan secara blak - blakan salah satu jenis pelet yang sampai pada saat ini sangat sering di gunakan oleh orang di Indonesia yaitu pelet dengan nama ajian " jembut Sirepan ".

Seperti namanya, ilmu pelet tersebutpun menggunakan bulu jembut sebagai media untuk melancarkan ilmu nya.

"Filosofinya sederhana. Agar supaya cintanya akan selalu tumbuh seperti halnya bulu kemaluan yang akan tetap tumbuh meski telah dicukur. Siapapun yang awalnya memprakarsai pelet ini, pastilah orang yang amat sangat kreatif, haha," tulis akun tersebut.

Kunci dari ilmu pelet tersebut pun di ketahui dan telah di percayai mampu menyerang psikologi sera nafsu birahi dari korbanya, supaya korban selalu membayangkan keinginan untuk melakukan hubungan seksual dengan pengirim ilmu pelet jembut tersebut. Di mana tanda - tanda orang yang telah terkena ilmu pelet tersebut biasanya mengalami pusing tidak karuan jika tidak di ajak berhubungan seksual bersama dengan pengirim ilmu pelet tersebut.

"Umumnya pelet ini digunakan oleh para pelakor dan pekerja seks komersial untuk sebuah kepentingan pribadi, seperti meminta uang atau semacamnya. Intinya, jika pelet ini sudah digunakan oleh sang pelaku, sang korban akan menuruti semua kehendak pelaku," tulis akun @kisahtanahjawa.

Rabu, 08 Agustus 2018





Identitas jasad tanpa kepala yang di temukan di perkebunan sawit, Desa Namorube Julu I, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 5 Agustus 2018 akhir nya terungkap.

Kasubdit III Istreskrimun Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengungkap kan jasad tersebut merupakan pensiunan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Mayat di duga bernama Rudianto Barus berusia 55 tahun.

“Yang bersangkutan pensiunan TNI AU. Pangkat terakhir Pembantu Letnan Dua atau Pelda. Korban beralamat di kompleks TNI AU Karang Sari I,” kata maringan.

Identitas jasad di ketahui setelah petugas mencocok kan sidik jari nya dengan data di catatan sipil.

Informasi itu selanjut nya di koordinasikan dengan pihak POM AU dan istri korban bernama Rosalina Pitaloka Tambunan.

Selanjut nya wanita berusia 53 tahun itu dengan polisi bersama-sama melihat jasad tersebut di rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, jalan KH Wahid Hasyim. Rosalina yang melihat langsung yakin tanpa kepala berjenis kelamin laki-laki itu adalah suami nya.

“Keyakinan Rosalina di perkuat dari pakaian yang di gunakan oleh mayat. Pakaian itu serupa dengan yang di pakai suami nya saat meninggal kan rumah 2 minggu yang lalu, Kata Maringan.

Kepada polisi, Rosalina menyebut bahwa suaminya sudah tidak pulang sejak 22 Juli 2018. Pada 1 Agustus 2018, sekitar pukul 18.00 WIB, Rosalina juga telah membuat laporan orang hilang ke Polsek Medan Baru.

“Rusdianto sempat bertugas di Bagian Ruops Lanid Suwondo Medan, dan pensiun dari 2016,”terang nya.

Terkait kasus ini, polisi masih menyelidiki penyebab hilangnya nyawa diduga Rusdianto dengan kondisimengenaskan tanpa kepala. Tim dariDirektorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Kutalimbaru juga sedang memburu pelaku pemutilasi jasad tersebut.

Sebelumnya, jasad tanpa kepala itu pertama kali di temukan warga pada minggu, 5 Agustus 2018 dengan kondisi sudah membusuk. “Yang menemukan pertama kali warga setempat, yang sehari-hati nya berprofesi sebagai petani,”Kata Martualesi.

Saat pertama kali di temukan, posisi jasad dalam keadaan terlungkup tanpa kepala. Dugaan sementara, jasad tersebut korban pembunuhan yang di gorok pada bagian leher.

Ketika di temukan, jasad menggunakan kemeja merek Cardinal warna putih, celana jins warna abu-abu merek Levis, dan sepatu kulit. Di pinggiran nya terdapat sabuk PDH lambang TNI AD. Tidak ada kartu identitas di temukan pada tubuh nya.

 “berdasar kan ke terangan pemilik kebun sawit, terakhir panen sekitar dua pekan lalu, tepat nya 22 juli 2018. Kuat dugaan, mayat berada di lokasi setelah tanggal itu,” kata Martualesi.


Sabtu, 09 Juni 2018


Media sosial di Indonesia kembali di hebohkan dengan adanya postingan tentang video pengroyokan kepada empat orang pemuda yang tengah ngabuburit. Kejadian tersebut di ketahui terjadi di lokasi tepi jalan bypass Cukir, Kabupaten Jombang, Jatim.

Sesuai dengan informasi yang di dapatkan bahwa pengunggah video dengan durasi 30 detik tersebut di lakukan oleh salah seorang pengguna media sosial bernama Ayu Dinda yang di unggah di sebuah Grup Jual Beli HP Jombang di bawah 200 ribu. Dimana video tersebut pun kembali di unggal oleh seorang pengguna bernama Raka Isnandar di Grup Wong Jombang pada hari Sabtu tanggal 09 Juni 2018.

Pada video yang berdurasi 30 detik tersebut dapat di lihat ada empat orang pemuda yang tengah ngabuburit dan sedang duduk di pinggiran jalan. Kemudian keempat orang pemuda tersebut di datangai oleh kelompok anak muda lainya dan kelompok tersebut bertanya dengan nada kasar serta mengucapkan perkataan - perkataan kotor dan tidak pantas.

“Sing ngomong sopo (Yang ngomong siapa, sambil berteriak kata kotor),” bentak salah satu pelaku pelaku pengeroyokan di dalam video tersebut.

Salah satu korban di antara keempat pemuda di lokasi pun memberanikan diri untuk menjawab bahwa itu bukan dirinya. Dimana korban juga sempat mengucapkan sumpah untuk memberikan keyakinan lebih kepada para tersangka. Akan tetapi, tersangka tidak juga reda dan malah memukuli korban.

“Mboten kulo lho mas, sumpah (bukan saya kok mas, sumpah),” ucap salah satu korban.

Kelompok pemuda yang ada di dalam video tersebut pun terus menendangi korbanya hingga mengalami luka sobek di bagian kepala korban. Dimana pada saat ini video berdurasi 30 detik dengan penuh konten kekerasan tesebut pun masih terus mendapatkan kecaman dari para pengguna media sosial hingga ada pengguna yang merasa sangat marah dengan apa yang telah di lakukan para tersangka di dalam video tersebut.

LIHAT JUGA : ANIS MENINGGAL DUNIA DI TEPI BENDUNGAN SAAT INGIN CUCI TANGAN

Selasa, 15 Mei 2018


Borish Johnson selaku Menteri Luar Negeri Inggirs, London menyatakan bahwa dirinya telah siap untuk menjalankan kerjasama bersama dengan Indonesia untuk memberantas habis terorisme yang ada. Pernyataan yang di kumandangkan olej Johnson tersebut pun muncul terkait dengan serangan bom bunuh diri yang telah terjadi di Kota Surabaya , Jawa Timur.

Johnson sendiri sontak kaget mendengar berita bahwa Kota Surabaya mendapatkan serangan bom bunuh diri lanjutan setelah peristiwa bom bunuh diri yang menghantam tiga gereja berbeda yang ada di Kota Surabaya.

"Sangat terkejut dengan berita tentang serangan lebih lanjut di Surabaya hari ini, setelah serangan mengerikan pada hari Minggu terhadap para jamaah yang datang ke Gereja," kicau Johnson, melalui sebuah media terpercaya pada pada Senin (14 Mei 2018).

"Inggris siap membantu Indonesia dalam perang melawan terorisme dengan cara apa pun yang dapat dilakukan," sambungnya, dengan diakhiri tagar #KamiTidakTakut.

Sesuai dengan informasi yang di dapatkan bahwa Polrestabes Surabaya yang berlokasi di Jalan Sikatan 1 tadi pagi kembali meledak akibat bom bunuh diri. Karena peristiwa ledakan bom tersebut diketahui terdapat pihak kepolisian serta warga sekitar yang menderita luka - luka. Dimana saat ini dilaporkan bahwa terdapat 4 orang meninggal dunia, akan tetapi ke-empat orang tersebut merupakan para tersangka serangan bom tersebut.

Dan menurut informasi keempat tersangka melancarkan aksirnya dengan menggunakan dua unit sepeda motor. Dimana masing - masing sepeda motor di kendarai oleh dua orang tersangka, dan sepeda motor yang di kendarai oleh tersangka di antaranya adalah Honda Supra dengan nomor polisi L 3559 D serta Honda Beat dengan nomor polisi L 6629 NN.

“Semua pelaku yang berjumlah empat orang ini kami nyatakan tewas. Kami sejauh ini masih melakukan pencocokan data,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

LIHAT JUGA : DENSUS 88 BERHASIL BEKUK SEORANG WANITA DARI RUMAH MEWAH SURABAYA

Minggu, 13 Mei 2018


Beberapa saat sebelum peristiwa meledaknya Gereja GKI Diponegoro di ketahui terdapat seorang saksi yang bernama Tardianto yang pada saat itu dirinya hanya berjarak kurang lebih 3 meter dari lokasi kejadian ledakan tersebut.

Dimana pada saat itu Tardianto menjelaskan bahwa terdapat tiga orang yang di antaranya merupakan seorang dua orang wanita yang bersama dengan satu orang anak laki-laki yang datang mendekati gerbang bagian depan geraja. Ketiga orang tersebut pun telah di cegat oleh sekuriti di karenakan mereka berusaha untuk tetap masuk kedalam gereja.

"Pakai cadar, dicegat sama satpan, terus (bom) meledak," kata Tardianto dalam wawancara bersama dengan media yang meliput.



Tardianto juga menjelaskan bahwa pada waktu itu salah seorang wanita pun masih hidup bernafas, akan tetapi dalam seketika ledakan yang kedua menyusul hingga wanita tersebut tewas.

"Ada 3 korban, kemungkinan pelaku, pakai rompi," ujarnya.

Beberapa lokasi ledakan bom yang di sangka sebagai bom bunuh diri tersebut di ketahui masih simpang siur. Lain dari pada itu terdapat informasi dari pihak berbeda yang menyatakan bahwa pada saat itu terdapat lima lokasi bom yang menyebabkan ledakan bom. Dan lima titik tersebut merupakan SMTV, Ngagel, GKI Arjuno, GKI Diponegoro, GPPS Sawahan dan juga di Gereja Kathedral Dr Soetomo, akan tetapi tersangka berhasil di bekuk sebelum bom tersebut meledak.



Berhubungan dengan informasi tersebut, Kombes Pol Frans Barung Mangera selaku Kabid Humas Jatim menerangkan bahwa hingga pada saat ini pihak kepolisian masih terus mengidentifikasi beberapa orang yang menjadi korban bom bunuh diri tersebut. Pihak kepolisian sendiri di ketahui telah menerima laporan terkait dengan lokasi - lokasi kejadian.

"Nanti akan kami update informasinya ke teman teman. Saat ini Gubernur Jatim, Kapolda Jatim dan Panglima berada di lokasi ledakkan di Jalan Ngagel," pungkas Barung.

LIHAT JUGA : TERKUTUK LEDAKAN BOM DI GEREJA SURABAYA

PGI MENDESAK PARA ELIT POLITIK UNTUK TIDAK BERKOMENTAR TERKAIT BOM DI SURABAYA

PGI MENDESAK PARA ELIT POLITIK UNTUK TIDAK BERKOMENTAR TERKAIT BOM DI SURABAYA

Sekretaris Jenderal Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Golmar Gultom mendesak semua elit politik dan masyarakat untuk berhenti berkomentar bahwa mendistorsi lebih lanjut keadaan ancaman teror dalam bentuk pemboman di gereja-gereja Surabaya dan beberapa hari yang lalu di Markas Komando Brigade.

"Kami menyerukan kepada elit politik dan publik untuk menghentikan komentar yang menyulitkan situasi," kata Golmar dalam pernyataan tertulis pada hari Minggu, 13 Mei 2018.

Dia meminta elit politik untuk tidak menggunakan insiden kekerasan dan teroris ini untuk mendapatkan minat politik dan sesaat karena harga yang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa.

Dia juga mendesak publik untuk berhenti menyebarkan foto dan video tentang aksi teror di Surabaya hari ini. Karena menurutnya, hal itu justru memuluskan tujuan para teroris yang menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat.

"Saya mendorong orang-orang untuk menyebarkan cinta dan perdamaian melalui media," kata Golmar.

Mengenai insiden itu, Golmar mengatakan bahwa untuk alasan apa pun, kekerasan tidak pernah bisa memecahkan masalah dan hanya akan melahirkan siklus kekerasan yang berakhir dengan kehancuran. Dia juga percaya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apa pun, menurut dia, mengajarkan kemanusiaan, kedamaian, dan cinta.

"Pemikiran sesat yang membawa pengikut agama untuk bertindak kekerasan dan terorisme," katanya.

Karena itu, Golmar mengatakan para pemimpin agama harus lebih sadar akan munculnya pendukung kekerasan dan tindakan terorisme yang membungkus para penginjil atau pengkhotbah. Dia berpendapat bahwa program deradikalisasi BNPT akan sia-sia jika masyarakat benar-benar memberikan panggung kepada para pemimpin agama yang menyebarkan radikalisme dan kekerasan melalui dakwahnya.

"Jadi saya memohon kepada para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberikan dukungan dan simpati kepada para pelaku kekerasan dan terorisme, apa pun motif mereka," kata Golmar.

Lebih lanjut, dia meminta masyarakat untuk tidak takut akan ancaman teror yang terjadi, baik hari ini di Surabaya dan beberapa hari yang lalu di markas komando Brigade.

"Kami tidak perlu takut akan ancaman terorisme tetapi menyerahkan sepenuhnya pada penanganan negara."