Senin, 24 Februari 2020



Pernah bermasalah dengan beruntusan di wajah yang mirip jerawat atau komedo? Namun anehnya beruntusan ini tidak bisa diekstraksi atau dipencet seperti komedo dan jerawat. Jadi sebenarnya beruntusan apa ini, Inilah yang dinamakan milia. Jenis beruntusan yang satu ini memang sering salah dikira sebagai komedo atau bahkan jerawat. Agar tidak salah kaprah lagi, mari cari tahu lebih banyak lewat keterangan yang dirangkum dari Shape berikut.

Mengenal Milia yang Sering Dikira Jerawat Milia benjolan putih kecil mengandung keratin, yaitu protein yang membentuk rambut, kulit, dan kuku, yang terperangkap di bawah kulit," jelas ahli kulit Kota New York Marnie Nussbaum, MD. "Benjolan-benjolan ini tidak menyakitkan dan terlihat seperti jerawat, tetapi cukup berbeda. Tidak dapat muncul atau diselesaikan dan tidak akan pernah dikeluarkan nanah atau darah." tambahnya.

Milia paling sering muncul di wajah kamu, namun milia dapat timbul di tempat lain, yaitu dada, punggung, dan lengan. Tidak seperti jerawat, biasanya tidak ada kemerahan atau peradangan yang terlibat, hanya benjolan berwarna daging atau putih, matang kecil, dan terasa keras, Menurut Dr. Nussbaum, milia berkerumun dalam kelompok, dan mereka sering muncul di hukum, pipi, dan kebanyakan di sekitar mata. Milia memang tidak sedap dipandang dan menyebalkan, tetapi menurut seorang dermatologis Gretchen Frieling, MD dari Boston, milia bukan masalah kesehatan.

Tidak dapat Diekstraksi atau Dipencet Sendiri Pori-pori yang tersumbat biasanya karena kelebihan minyak, kotoran, dan bakteri yang terperangkap di dalam pori-pori dan membuat jerawat atau komedo. Tidak seperti milia, komedo dan jerawat dapat diekstraksi, Mungkin ada minyak yang terperangkap dalam milia juga bersama dengan keratin yang menumpuk, tetapi minyak itu terperangkap jauh lebih dalam dan rumit oleh kulit," jelas pakar kecantikan Elina Fedotova, pendiri Elina Organics Spa and Skincare.

tidak akan bisa mengatasi milia seperti jerawat. Milia juga tidak harus selalu muncul di dalam pori-pori, asalkan benjolan ini dapat dibuat di bawah kulit dan bahkan di dalam pori-pori," kata Dr Mengoceh, Penyebab Timbulnya Milia Menurut Dr. Nussbaum, masih belum jelas apa yang menyebabkan milia. Sering kali tidak ada alasan khusus. Namun, kita tahu orang-orang tertentu yang memiliki genetik untuk membentuk milia.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.