Selasa, 06 November 2018



Kemenkum Ham memberi saksi tegas pegawainya yang terlibat oleh kasus narkoba. Di wilayah kanwil kemenkum dan HAM Kalimantan Timur pada tahun ini total keseluruhan ada sepuluh lebih pegawai karena kasus narkoba yang melibatkan nya.

“yang terlibat, saksi pemberhentian. Di wilayah kami, ada lebih dari 10 pegawai Lapas dan Rutan yang di berhentikan . baik itu PNS biasa, mau pun golongan tinggi,”kata kepala Kanwil Hukum dan HAM Kalimantan Timur, Agus Haryono.

Agus Haryono menerangkan, pada saat ini di Lapas ada 4 Rutan di Kalimantan Timur dan Kaltara di huni sekitar 1.870 orang binaan. Sekitar 61 persen di antara nya terkait kasus narkotika. “Angka 61 persen itu, sekitar 7.000 orang warga binaan. Dan itu, di dominasi kan oleh para pengedar. Kalau pengguna, hanya beberapa ratus orang saja,”ujarnya.

Namun, dia tidak menampik pegawainya di Lapas dan Rutan memang beresiko untuk ikut tergiur dalam bisnis haram narkoba di balik penjara. Sehingga mengikis tanggung jawab, demi rupiah.”Misal nya warga binaan di vonis 12 tahun, beresiko terpengaruh ikut terlibat itu pasti begitu lama berinteraksi dalam ruangan. Integritas kurang, bisa ikut terpengaruh mengikuti bisnis narkoba,”ungkapnya.

“Kita selalu terus merazia, terkait handphone di dalam sel, pungli dan narkoba. Ya, mungkin sangat sulit untuk mendapatkan barang bukti, tapi kita bisa mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di dalam,”demikian agus.

Tagged: , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.