Anak remaja pelajar SMK Alif (18) yang telah tenggelam di kolam bekas tambang batu bara, di Rapat Lambur, Kutai Kartanegara, sore ini telah di temukan tewas tak bernyawa lagi. Meniggalnya Alif, merupakan korban yang ke 30 korban tewas karena tenggelam di kolam air yang sebelumnya adalah bekas galian tambang batu bara.
Keterangan yang telah di proleh, korban telah di temukan sedang mengambang di permukaan kolam , dan segera dilakukn evakuasi oleh tim SAR gabungan. Baik Basarnas, BPBD Kukar, Polres Kukar, masyarakat dan para relawan.
“Sudah, sudah ditemukan sore tadi. Kondisinya sudah meninggal dunia, dan dibawa ke rumah sakit (RSUD Parikesit Tenggarong),”kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas kelas A Balikpapan, Octavianto. Octavianto menerangkan, tim SAR gabungan sudah sejak dari pagi tadi, telah melakukan penyisiran.”ada melakukian penyelaman, pembuatan gelombang dan penyapuan (permukaan kolam) menggunakan batang kayu,”ujar Octavianto.
Sementara, di dalam catatan jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur, tewasnya Alif, merupakan korban meninggal yang ke 30 di kolam bekas tambang batu bara.”Ini yang ke 10 di kolam bekas tambang di Kutai Kartanegara,”kata Dinamisator Jatam Kalimantan Timur, Pradarma Rupang.
Jatam melansir, kolam bekas tambang batu bara menganga itu, milik PT TPS, dengan luasan konsesi 1.011 hektare. Izin usaha pertambangan terbit pada 13 April 2010 dan berakhir pada 13 April 2016.”Secara keseluruhan, korban yang telah meninggal di kolam tambang itu ada di Samarinda, Penajam Paser Utara, Kutai kartanegara dan Kutai Barat,”kata Rupang.
Di ketahui, Alif dan ke 5 temannya, Minggu (21/10) siang kemaren, hendak pergi memancingdi kolam itu. Namun, lantaran tidak mendapatkan ikan sama sekali, dia dan ke 4 temannya berenang di kolam . dan teman yang satunya lagi menunggu di darat. Belakangan Alif mengalami keram dan tenggelam di kolam itu.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.