Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram lantaran rencana penganggaran Dana Kelurahan jadi polemic. Dia heran niat baik pemerintah ingin membantu rakyat justru di politisasi. “Tahun depan aka nada dana di kelurahan untuk memperbaiki jalan, sekolahan, kok jadi ramai. Kita ingin agar untuk rakyat jangan di hubung-hungkan dengan politik,”katanya di lapangan Bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10).
“Mohon maaf kalau semua di hubungkan dengan politik tapi kehidupan bukan politik saja, ada social, budaya, ekonomi. Kenapa semua di hubungkan dengan politik?”sambung Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lantas mengingatkan rakyat agar berhati-hati pada para politikus. Sebab, kata dia, ada banyak politikus di Tanah Air, namun ada juga politikus sontoloyo.
“Hati-hati banyak politikus baik-baik tapi ada juga politikus yang sontoloyo. Kita lihat mana yang benar dan mana yang tidak benar. Kita lihat jangan sampai di bawa oleh politiku-politikus hanya untuk kepentingan sesaat, memudarkan kesatuan persatuan dan persaudaraan kita,”pesannya.
Rencana alokasi Dana Kelurahan oleh pemerintah memang memang memantik polemic. Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno Menduga adamuatan politis di balik alokasi Dana Kelurahan yang mencapai Rp 3 triliun itu.
“Kalau misalnya di tahun politik, 2019 itu pasti masyarakat bisa menilai sendiri kok apakah ada udang di balik batu,”kata Sandi di Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu(21/10). Senada dengan Sandiaga.
Wakit Ketua DPR yang juga kader Gerindra Fadli Zon mempertanyakan rencana pemerintah menganggarkan Dana Kelurahan. Fadli menilai ada yang janggal ketika Dana Kelurahan baru di cairkan pada tahun politik.”pertanyaannya adalah, kenapa sekarang? Kenapa enggak dari dulu? “Kata dia di Kompleks Parlemen, Jakarta.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.