Elk (cervus Canadensis) merupakan salah satu hewan terbesar dalam family rusa yang tinggal di hampir di seluruh wilayah hutan Amerika Utara. Hewan ini punya tanduk yang besar, bercabang, dan runcing. Uniknya, mereka kerap menanggalkan tanduknya sekali dalam setahun.
Menariknya. Mereka menanggalkan tanduk di waktu berbeda dan taka da yang mengetahui alasannya, fenomena ini pun menggelitik para ahli dari University of Montana, Amerika Serikat, untuk mencari tahu alasannya.
Dalam studi, para ahli ahli menduga pelepasan tanduk elk ada hubungan nya dengan ancaman predator, khusesnya srigala. Para peneliti menemukan, serigala di Taman Nasional Yellowtone, AS, lebih suka berburu elk yang telah menanggalkan tanduknya ketimbang yang masih memiliki tanduk selama akhir musim dingin.
“serigala sangat menyukai ekl, uniknya, elk menjaga tanduknya hampir selama musim dingin. Spesies lain seperti moose, kami temukan menanggalkan tanduk mereka mulai bulan Desember,”ungkap Matt Metz yang memimpin studi.
Temuan ini mematahkan pandangan yang mengatakan bahwa tanduk elk jantan hanya di gunakan untuk bertarung dengan pejantan lain demi mendapatkan betina. Dari studi ini terungkap, tanduk elk juga membantu melindungi mereka dari ancama predator.
“ nKami percaya elk perevolusi untuk menjaga tanduk mereka lebih lama dari pada spesies rusalain di Amerika Utara karena mereka membutuhkan tanduk sebagai alat yan gefektif melindungi dari predator,” ujar Metz.
Secara umum, elk jantan mulai menanggalkan tanduk mereka di akhir musim dingin atau sekitar bulan Maret. Namun, ada pula elk jantan yang menanggalkan tanduk yang lebih besar untuk mendapatkan lebih banyak betina di musim kawin.
Namun, perilaku beresiko besar elk. Elk yang menanggalkan tanduk lebih cepat berpeluang besar dimangsa predator ketimbang mereka yang menanggalkan tanduknya di akhir musim dingin. Alasannya, mereka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menumbuhkan kembali tanduk yang lebih besar.
Kondisi ini juga menempatkan pejantan lain yang ada di sekitar mereka pada risiko yang lebih besar. Para peneliti menemukan bahwa jika sekelompok elk jantan memiliki satu anggota yang tidak memiliki tanduk, maka kelompok tersebut 10 kali lebih mungkin di serang serigala.
Metz telah mempelajari dinamika predator dan mangsa di Taman Nasional Yellowstone sejak 2002, dimana studi tentang ini muncul pertama kali ketika ia melihat elk jantan tanpa tanduk berkeliaran di awal bulan Maret.
Ahli yang juga meneliti serigala di Taman Nasional Yellowstone itu pun telah menganalisa data selama satu decade dari Yellowstone Wolf Projeck, sebuah penelitian jangka panjang yang merekam interaksi antara serigala dan mangsanya.
“ Kami mendaki kedalamnya, dan itu adalah pejantan tanpa tanduk yang terlihat pada awal Maret. Kami belum melihat seekor rusa jantan hidup tanpa tanduk di lanskap. Kami berpikir, itu agak menarik,”ujar Metz.
“ Hubungan antara serigala dan elk jantan yang kami amati, serigala lebih tertarik pada elk yang tidak lagi memiliki tanduk. Butuh 13 tahun data untuk benar-benar menguji gagasan ini,” pungkas Metz.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.