Minggu, 05 Agustus 2018




 Ada banyak cerita tentang sejarah medis di masa lampau. Mengingat perkembangan medis dahulu melalui perkembangan dan proses yang panjang. Para tim dari belahan dunia sering kali menemui kasus aneh yang cukup membingung kan silit untuk di ungkap.

Di amerika ada salah satu kasus yang cukup mengejut kan banyak orang. Kasus ini sempat di kategorikan sebagai kondisi medis anek dan mengejut kan.”American Crow bar Case” merupakan kasus yang menimpa Phineas Gage, pemuda yang mengalami ke celakaan ketika bekerja.

Meski menentang penjelasan logis, pria itu selamat dari kecelakaan nahas di mana sebuah linggis menembus tengkorak kepalanya.

Pada mula nya, pemuda itu merupakan mandor dari konstruksi pembuatan jalur kereta api di Vermont. Peristiwa mengerikan itu terjadi, ketika pekerja berusaha menghancurkan batu sebuah batu dengan bubuk peledak.dalam proses tersebut, mereka juga menggunakan tongkat besi yang dengan berat sekitar tujuh kilogram.

Ternyata batang besi yang di gunakan menyebab kan percikan api. Hal itu membuat bubuk peledak bereaksi lebih cepat hingga menyebab kan ledakan yang tak dinginkan. Akibat ledakan tersebut, batang besi ikut terlempar sampai akhir nya terlempar tepat mengenai Gage yang berada di sana.

batang besi itu menusuk tepat di tengkorak Gage 27 kilometer jauh nya dari lokasi kejadian dengan keadaan memilukan tersebut. Dalam kondisi tak sadar kan diri, Gage langsung di larikan ke tempat penginapan untuk mendapat kan perawatan medis.

Dr. John Harlow di panggi untuk merawat luka Gage. Ia membersihkan darah dan potongan tengkorak yang tersimpan di otak pria malang tersebut. Namun, lika pada kepala Gage menjadi terinfeksi sejak Warlow menggunakan jari nya untuk mengeluar kan fragmen tengkorak di kepalanya.

Infeksi tersebut menimbulkan akibat yang fatal karena membuat Gage mengalami kondisi setengah koma, pihak keluarga bahkan tidak merelakan ke pergian nya karena tak ada harapan bagi pria itu untuk kembali hidup. Apalagi kecelakaan itu juga merenggut banyak hal banyak dalam hidup Gage. Ia harus mengalami luka parah, kehilangan mata hingga tengkorak patah.

Meski memici pertanyaan besar, Gage berhasil membuka mata dan sembuh secara ajaib. Setelah ke jadian itu, Gage kembali kembali pulang ke rumah nya di New Hampshire. Dia diperbolehkan pulang dengan pengawasan Dr.Harlow. Menurut  catatan dokter itu, Gage mengalami banyak perubahan mental setelah mengalamin luka patah.

Gage mula nya di kenak dengan di kenal sebagai pria yang terhormat dan baik. Sayang nya ketika ke jadian itu, Gage kerap merasakan gelisah, terkenal tidak sopan,selalu selalu mengucap kan kata-kata kotor dan kerap mangalami rasa bimbang. Perilaku nya dalam ke hidupan sehari-hari juga ikut berubah. Gage kehilangan kemampuan nya bersosialisasi dan sulit mementukan pilihan.

Perubahan perilaku ini membuat Gage tidak lagi di terima pada tempat nya berkerja. Walaupun begitu, ia masih bisa mencari pekerjaan yang lain.ia berkerja sampai ke kandang kuda dam melatih berkendara di Chile. Pekerjaan tersebut di anggap tepat untuk Gage karena memberikan dampak menenangkan pada mental nya yang tidak setabil.




Gage kemudian meninggal 10 tahun kemudian di usia 35. Pria itu mengalami kejang-kejang yang di sebab kan oleh trauma otak dan tutup usia di tahun 1860.

Setelah dia mininggal,para ilmuan khusus nya di bidang neuropsikologi, melakukan penelitian terhadapnya.kuburanya kemudian di gali pada tahun 1867 dan membuka pintu baru bagi dunia medis. Dari penelitian tersebut, dunia medis memperkuat klaim bahwa area baru pada korteks frontal otak punya peranan yang besar untuk mengatur prilaku, tempramen, dan karekter manusia.

Selain itu para ahli juga menemukan korelasi antara otak dan perubahan kepribadian seseorang. Setelah tengkorak Gage dan tongkat besi di kirim kan untuk penelitian, kini kedua benda tersebut tersimpan pada Museum Anatomi Warren di Universitas Harvard sebagai bentuk peninggalan neurologi.



Tagged: , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.