Kamis, 30 Agustus 2018



Seekor burung paruh katak atau burung frogmouth kecekelatan yang tinggi di kota jimboomba, Australia, bernasib sial karena terjebak di kawat berduri. Burung frogmouth kecokelatan (Podorgus  strigoides) merupakan spesies burung nocturnal asli Australia.

Burung ini punya mata besar dan tuguh gempal yang kerap di salah artikan sebagai burung hantu. Padahal keduanya merupakan jenis yang berbeda. Menurut presiden lembaga rehabilitasi reptile di Queensland Anette Bird kepada Australia Geographic, burung malang yang di namai Kouro itu terjebak di pagar kawat berduri setinggi 1,8 meter.

Bird yakin burung malang itu tersengkut di pagar kawat berduri saat terbang di malam hari. Setelah bird mendapat laporan, ia dan timnya bergegas datang ke lokasi untuk melepaskan burung. Namun, mereka melakukan cara resiko untuk melepasnya.

“Saat saya melihatnya, saya sadar burung ini sedang dalam masalah besar. Saya akhirnya memotong bulu pada sayapnya untuk melepaskannya. Kalau hal itu tidak di lakukan, mungkin hal lebih buruk akan terjadi,”ujar Bird yang kemudian membawa burung   frogmouth itu kerumah sakit hewan di Brisbane.

Meski kehilangan bulu utama di sayap, Kouro masih beruntung. Tak lama setelah Kouro di selamatkan , Bird mendapat tentang telepon tentang burung frogmouth lain nya yang kritis. Belum sempat di selamatkan, burung frogmouth kedua yang di datanginya sudah mati karena mengalami cedera kepala dan sayap patah setelah menabrak mobil yang melaju dengan kecepatan 100 kilometer per jam.

Burung yang mati Ini tidak di kubur, namun bagian tubuhnya dimanfaatkan untuk mengobati kouro. Prosedur transplentasi sayap dilakukan oleh dokter hewan Hamish Baron. Ia mengaku baru saja pulang dari penelitian pengobatan dan pemasangan implant bulu burung di Dubai.

“kouro sangat beruntung karena ia mendapatkan donor dari burung frogmouth lain dengan ukuran dan jenis kelamin yang sama . kami bisa mencangkokkan bulunya tanpa ada masalah,”kata baron. Kouro menjalani prosedur transplantasi bulu yang di sebut imping, di mana batang bulu pada sayapnya dipotong pendek, kemudian di tempelkan donor bulu untuk menganti bulu yang rusak , dan disatukan dengan lem.

Prosedur imping berlangsung selama 45 menit. Baron menuturkan ada enam bulu saying yang ditransplantasikan. Semua prosedur berjalan lancer dan Kouro sduah bisa terbang lima hari kemudian. Bila Kouro tidak melakukan transplantasi, ia harus hidup tanpaenam bulu di sayap dan tidak bisa terbang terbang sempurna selama enam sampai 12 bulan. “Ini adalah metode yang sangat ajaib. Sangant luar biasa ketika saya melihatnya terbang,”ujar Bird.

Tagged: ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.