Jumat, 06 April 2018

WARGA ROHINGYA TERDAMPAR DAN SELAMATKAN OLEH NELAYAN ACEH

WARGA ROHINGYA TERDAMPAR DAN SELAMATKAN OLEH NELAYAN ACEH
WARGA ROHINGYA TERDAMPAR DAN SELAMATKAN OLEH NELAYAN ACEH
Lima orang Rohingya yang terdampar di laut selama hampir tiga minggu telah diselamatkan oleh nelayan Indonesia tetapi yang lain tewas dalam cobaan berat itu, kata pejabat pada hari Jumat, dengan badan pengungsi PBB mengatakan mereka "khawatir" atas kematian itu. Berita penyelamatan datang beberapa hari setelah tiba di Malaysia dengan kapal lain membawa puluhan anggota minoritas Muslim yang terperangkap dari Myanmar.

Sekelompok dua pria, berusia 28 dan 33 tahun, seorang wanita berusia 20 tahun, seorang gadis berusia 15 tahun dan seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun ditemukan hari Senin dengan sebuah perahu kecil di lepas pantai Thailand selatan dan Myanmar, sekitar 325 kilometer (176 mil) dari provinsi Aceh yang berpenduduk mayoritas Muslim di Indonesia.

Para nelayan membawa mereka kembali ke Aceh di pulau Sumatra dan rombongan tiba lebih awal Jumat pagi. "Mereka segera dibawa ke rumah sakit setempat untuk perawatan karena mereka lemah," kata Abdul Musafir, ketua tim SAR SAR, kepada AFP. Mereka dibebaskan pada Jumat sore kepada petugas imigrasi untuk ditanyai, kata wisatawan itu.

Kelompok itu mengatakan mereka telah melakukan perjalanan dengan sekitar dua lusin Rohingya lainnya tetapi dipisahkan, menurut pihak berwenang. Polisi Aceh Timur mengatakan lima orang yang diselamatkan terdampar di laut selama sekitar 20 hari, sementara lima orang lainnya meninggal karena kelaparan dan mayat mereka dibuang ke laut. Badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan mengirim staf ke Aceh untuk memberikan bantuan kepada pengungsi dan pihak berwenang Indonesia.

"UNHCR prihatin pada laporan bahwa lima atau lebih pengungsi Rohingya mungkin telah meninggal di laut sebelum kapal mereka, membawa lima orang yang selamat, diselamatkan," katanya dalam sebuah pernyataan. Kantor berita itu mengatakan pihaknya berusaha melakukan kontak dengan puluhan orang Rohingya yang mendarat di Malaysia pekan ini, menunjuk pada "laporan yang belum dikonfirmasi" yang menunjukkan bahwa perahu kecil lain yang membawa pengungsi dari Myanmar mungkin berada di laut.

"Kami prihatin atas keselamatan mereka dan berharap mereka akan diselamatkan dan diizinkan untuk turun ke tempat aman terdekat," tambah UNHCR. Sangat jarang bagi migran Rohingya untuk mencoba rute laut selatan karena pemerintah Thailand menekan jaringan perdagangan regional pada tahun 2015, yang memicu krisis di Asia Tenggara karena banyaknya jumlah orang yang ditinggalkan di laut.

Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.