Senin, 02 April 2018

ALIANDO MENUNTUT PEMERINTAH UNTUK SEGERA MEMBATASI KUOTA TAKSI ONLINE

ALIANDO MENUNTUT PEMERINTAH UNTUK SEGERA MEMBATASU KUOTA TAKSI ONLINE

Aliansi Nasional Pengemudi Online [Aliando] berpendapat bahwa tidak perlu membatasi kuota yang ada dari taksi online karena 65 persen pengemudinya tidak bekerja selama lebih dari 10 jam per minggu, seperti yang disebut penelitian Uber.

"Hanya 35 persen pengendara yang bekerja lebih dari 10 jam setiap minggu," kata koordinator Aliando, April Baja, dalam pernyataan tertulis pada hari Minggu 01 April 2018.

Menurut Baja, tes jalan raya (KIR) tidak diperlukan untuk taksi online karena ukurannya bukan masalah mendesak seperti halnya taksi konvensional. "Bahkan Presiden Jokowi ketika dia menjabat sebagai Gubernur Jakarta mengusulkan untuk mengakhiri tes," katanya.

Baja menambahkan tes hanya berlaku untuk kendaraan yang berusia lebih dari 3-4 tahun. "Pentingnya tes untuk taksi online tidak sama untuk taksi konvensional," bantahnya.

Baja menuntut pemerintah untuk tidak menyerang taksi secara online selama status quo Peraturan Menteri No. 108/2017 (Permenhub 108) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Selain itu, petugas juga tidak memaksa uji KIR untuk diterapkan dan SIM kendaraan umum [SIM A] harus dimiliki oleh sopir taksi online sesuai dengan kebijakan.

"Tidak ada penegakan hukum atau penggerebekan sampai aturan baru keluar," dia bertanya.

Baja menghimbau pemerintah untuk melibatkan Aliando dalam proses penyusunan peraturan baru. Dia ingin peraturan nanti pada taksi online akan didasarkan pada perlindungan, kesejahteraan, dan kemandirian pengemudi online. "Pemerintah harus mengundang kami dalam formulasi," katanya.

Tagged: ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.