Sabtu, 31 Maret 2018


Arab Saudei beserta dengan Pasukan Pertahanan Udara mereka lagi-lagi berhasil menggagalkan sebuah rudal atau peluru yang di kendalikan yang di luncurkan dari Yaman oleh para kelompok Militan Houthi. Pasukan Pertahana Udara Arab Saudi pun dengan sukses menjatuhkan rudal tersebut, dimana rudal tersebut pada akhirnya jatuh di Kota Najran tepatnya pada wilayah bagian selatan Arab Saudi.

Sesuai dengan informasi yang di dapatkan dari sebuah pernyataan yang telah di keluarkan oleh kantor berita Arab Saudi  yang bisa di kenal dengan sebutan SPA sendiri menyatakan bahwa terdapat satu orang warga yang mengalami luka-luka karena tertimpa oleh pecahan dari rudal kendali tersebut, dimana korban tersebut merupakan seorang warga dari India. Kebenaran akan pernyataan tersebut di dasari dari penemuan pertama yang di jalan oleh militer Arab Saudi.

Menurut informasi yang di dapatkan dari sebuah media pada hari Sabtu tanggal 31 Maret 2018, yang bersama dengan Houthi di Saba menyatakan rudal tersebut di luncurkan dan menargetkan pangkalan Garda Nasional Arab Saudi di Najran. Houthi juga menyatakan bahwa rudal tersebut telah sukses menghancurkan beberapa peralatan dan pasukan militer Arab Saudi dalam skala besar.

Dan di ketahui bahwa pada tanggal 26 Maret, Arab Saudi bersama dengan pasukan udaranya telah berhasil menjatuhkan sekitar tujuh buah rudal kendali yang di luncurkan oleh militan Houthi dari kota Yaman. Yang mengakibatkan adanya satu orang tewas karena terkena pecahan rudal pada saat kerjadian tersebut terjadi.

SPA sendiri berpendapat bahwa tiga buah rudal yang di tembakan oleh Houthi sendiri terjatuh di timur laut Riyadh beberapa waktu sebelum Minggu tanggal 25 Maret 2018 tengah malam. Dimana terdapat empat unit rudal lain yang di luncurkan di Kota Najran, Khamis Mushait, dan Jizan.

Penyerangan - penyerangan yang telah terjadi tersebut di laporkan hanya terjadi dalam jangka waktu lima bulan belakangan ini yang di arahkan langsung ke Riyadh oleh Houthi. Houthi yang di dukung oleh Iran tersebut sepertinya ingin memperluhatkan kekuatan mereka untuk dapat mencapai Ibu Kota Arab Saudi.

Dan di ketahui bahwa koalisi dari kepemimpinan Arab Saudi sendiri sudah menggempur Yaman melalui operasi militer yang di mulai dari Maret tahun 2015 lalu kepada Houthi. Serangan pun di luncurkan beberapa saat ketika Houthi sukses menduduki Ibu Kota Yaman, Sanaa, dan menyudutkan Abd Rabbo Mansour Hadi selaku Presiden untuk menyelamatkan dirinya menuju ke Riyadh.

Perseteruan yang terjadi di Yaman juga di ketahui sudah menyebabkan sekitar 10 ribu orang korban tewas serta mengakibatkan sekitar 2 juta orang menjadi terlantar. Perseteruan tersebut telah mengakibatkan krisis kemanusiaan di Yaman sendiri yang merupakan negara paling miskin di daerah Teluk Arab. Situai pun menjadi semakin tidak terkendali di karenakan adanya sekitar 1 juta orang yang terinfeksi penyakit kolera.

LIHAT JUGA : SINDIR LUCINTA LUNA NIKITA MIRZANI DI TAMPAR BALIK

Tagged: , , , , , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.