Sabtu, 24 Februari 2018

NOVEL BASWEDAN KEMBALI KE RUMAH

NOVEL BASWEDAN KEMBALI KE RUMAH
NOVEL BASWEDAN KEMBALI KE RUMAH
Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (Novel Baswedan), yang dalam 10 bulan terakhir telah menerima perawatan medis di Singapura karena matanya terluka akibat serangan asam pada 11 April, tiba di Jakarta pada hari Kamis pagi. Setelah sampai di Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 11.30, Novel langsung menuju kantor KPK. Ia mendapat sambutan hangat dari sekitar 100 rekan kerja, aktivis dan jurnalis.

Dalam sebuah briefing media, Novel mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan semua pihak yang mendukungnya saat menerima perawatan di Singapura. "Alhamdulillah [alhamdulillah] Saya bersyukur bisa kembali ke rumah Serangan ini tidak akan pernah menjadi kelemahan saya tapi akan menjadi semangat saya," katanya kepada wartawan.

"Saya ingin berbagi semangat keberanian yang sama kepada teman-teman saya di KPK dan aktivis yang selalu teguh dalam memerangi korupsi Jika kejadian ini membuat kami takut, maka akan menurunkan produktivitas kami, dan kemudian pemenangnya akan menjadi pelaku. Itu terjadi, "dia menambahkan.

Novel juga berharap bisa kembali bekerja sesegera mungkin. Wakil ketua KPK Laode Muhammad Syarif menyampaikan rasa terima kasihnya kepada polisi yang telah memberikan perlindungan kepada Novel dan keluarganya. "Novel belum pulih karena masih membutuhkan lebih banyak operasi ke mata kirinya, mudah-mudahan dia akan menjalani operasi untuk terakhir kalinya pada akhir Maret, mari kita berdoa untuk pemulihan yang cepat," katanya.

Laode juga mengatakan bahwa dia berharap penyerang akan segera ditangkap dan kebenaran di balik serangan tersebut akan terungkap. Sementara itu, Presiden Jokowi pada hari Selasa juga menunjukkan kebahagiaannya saat mendengar perkembangan kesehatan Novel.

"Alhamdulillah [Alhamdulillah], Bapak Novel Baswedan telah pulih dan siap untuk kembali ke Indonesia Saya pikir dia bisa bekerja lagi di KPK dan kami sangat berterima kasih untuk itu," kata Jokowi. Ketika ditanya tentang serangan asam pada Novel dan pembentukan tim pencari fakta, Jokowi mengatakan bahwa dia akan terus mendesak polisi untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Saya akan terus mendorong polisi untuk menyelesaikan kasus ini, siapa pelakunya? [...] Polisi mengatakan bahwa hanya setelah mereka menyerah, kita bisa melakukan tindakan lain," kata Jokowi, tanpa menjelaskan langkah-langkah lain yang akan dilakukan.

Pada tanggal 11 April, Novel diserang oleh dua orang tak dikenal yang melemparkan asam ke wajahnya, menyebabkan dia menderita luka serius di matanya. Pada saat serangan tersebut, Novel memimpin penyelidikan KPK mengenai kasus korupsi e-ID, yang melibatkan beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan pejabat tinggi pemerintah daerah. Polisi belum mengidentifikasi pelaku tersebut setelah hampir satu tahun melakukan penyelidikan.

Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.