Mike Hugesh seorang pria asal Amerika Serikat percaya bahwa bumi yang kita tempati saat ini adalah datar kini menciptakan sebuah roket untuk di luncurkan tinggi ke langit untuk membuktikan menyangkal sains yang di percayai oleh sebagian besar manusia di bumi bahwa bumi berbentuk bulat. mike Hughes pun menyatakan bahwa dirinya tidak percaya dengan sains dan dirinya sudah kehilangan kesabaran untuk terbang pada akhir minggu ini.
Mike Hughes berumur 61 tahun yang berprofesi sebagai sopir limousin tersebut menciptakan sebuah roket dengan tenaga uap yang di rakitnya dari besi - besi bekas, dimana roket tersebut di perkirakan telah menghabiskan biaya kurang lebih 20.000 USD atau sekiranya 270 juta Rupiah. Dirinya memiliki rencana untuk terbang pada ketinggian 1 kilometer di udara dengan kecepatan 800 kilometer per jam tepat di atas Gurun Mojave.
"Saya tidak percaya pada sains. Saya tahu tentang dinamika aerodinamika dan fluida dan bagaimana segala sesuatu bergerak melalui udara, sekitar ukuran nosel roket tertentu, dan dorongan, tapi itu bukan sains, itu hanya sebuah formula. Tidak ada perbedaan antara sains dan fiksi ilmiah," kata Hughes kepada media, Rabu (22/11/2017).
Walaupun ilmu tentang roket sudah sering di anggap sebagai puncak dari sebuah pemikiran ilmiah, misi Mike Hughes kali ini di dasari dengan sebuah pemikiran yang sama sekali tidak ilmiah atau rasional. Dirinya menolak fakta tentang bumi yang bentuknya bulat, dan pada kali ini misi Mike Hughes di sponsori oleh sebuah grup yang biasa di sebut dengan Flat Earth Research.
Dengan penuh harapan untuk membuktikan kepada dunia bahwa bumi itu datar, Dirinya menyatakan bahwa dia akan berusaha untuk terbang tinggi sehingga dirinya bisa mendapatkan bukti untuk membantah bahwa bumi itu bulat. Dirinya juga menjelaskan bahwa penerbangan lainya akan membawanya puluhan kilometer ke angkasa dan tentunya dirinya akan membuktikan satu kali untuk selamanya bahwa teori bahwa bumi itu benar-benar datar.
"Inilah raja dari semua penipuan. Dan sekali domino ini jatuh akan lebih banyak orang percaya dan berpindah ke sisi ini, sampai kemudian, struktur domino, tipuan yang lain juga akan berguguran,” ujar Hughes.
Misi Mike Hughes kali ini ternyata bukanlah misi yang pertama kalinya dia lakukan. Pada tahun 2014 lalu, dirinya ternyata pernah melakukan hal yang sama di Arisona yang membuat dirinya mendapatkan banyak luka di sekujur tubuhnya bahkan dirinya pun lumpuh selama beberapa waktu. Akan tetapi kegagalan yang di alaminya ternyata justru membuat Hughes semakin bersemangat untuk kembali melanjutkan misinya.
"Ini menakutkan, tapi tak satu pun dari kita yang keluar dari dunia ini hidup-hidup. Saya suka melakukan hal-hal luar biasa yang tidak dapat dilakukan orang lain, dan tidak ada seorang pun dalam sejarah manusia yang telah merancang, membangun dan meluncurkan dirinya dalam roket yang dibuatnya sendiri," pangkasnya.
LIHAT JUGA : PEMBUNUH YANG KABUR DARI PENJARA TERNYATA MANTAN POLISI






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.