YORRYS DIPECAT, GOLKAR DINILAI PARAH
![]() |
| YORRYS DIPECAT, GOLKAR DINILAI PARAH |
Setelah lolos dari kasus e-KTP dan menuai banyak kritik dari masyarakat, kini pimpinan Setya Novanto di Partai Golkar dianggap terlihat otoriter. Indikasinya terlihat dari pemberhentian Yorrys Raweyai dari posisi Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar karena merekomendasikan Novanto untuk sementara ditangguhkan dari jabatan ketua partai Golkar. Surat pemecatan Yorrys ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal, Idrus Marham pada hari Senin, 2 Oktober 2017 siang.
"Saya sendiri tidak tahu kenapa," kata Yorrys Raweyai saat dihubungi wartawan pada Selasa (3/10). Dia juga memprotes pemecatannya dari jabatan tersebut. Menurutnya, keputusan pemecatannya harus sesuai dengan peraturan yang ada di internal Partai Golkar.
Alasan Yorrys menepis dirinya asalkan dianggap intrik yang tidak menguntungkan Partai Golkar. Salah satunya terkait rekomendasi rapat internal pada Senin, 25 September 2017 silam. Isi rekomendasi tersebut meminta Novanto untuk sementara ditangguhkan dari jabatan ketua Partai Golkar dan untuk menunjuk satgas.
Dalam kasus ini, Partai Golkar juga dinilai memiliki penyakit autisme bermutu tinggi. Koordinator Generasi Muda Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan bahwa jika mekanisme pemecatan Yorrys oleh Partai Golkar seperti ini, maka sembilan jenis penyakit serius yang diderita orang Setya Novanto telah terinfeksi pimpinan Partai Golkar saat ini.
"Karena berdasarkan pengalaman pemecatan saya, hal-hal penting seperti itu bisa dilakukan tanpa pertemuan, tanpa mekanisme yang diimplementasikan, segera diberhentikan, dipecat melalui opini media massa," kata Doli, Selasa (3/10). Doli menilai, Partai Golkar saat ini sibuk dengan dirinya sendiri, merasakan dunia sendiri, merasa hebat, tertawa dan tersenyum sendiri, jungkir balik dirinya sendiri, bahkan melukai dirinya sendiri, dengan menyakiti hati kader dan administrator, dan tidak merasakan apapun.
"Partai Golkar menderita autisme kelas tinggi, sedangkan semua orang di luar mereka berpikir dan menilai apa yang membuatnya aneh, sakit, ada kelainan dan ketakutan," katanya. Yang lebih parah lagi, tambahnya, semua yang ingin membantu menyelamatkan Partai Golkar pun tidak dipercaya, bahkan terancam dan dipecat juga.
"Lembaga survei dikatakan sebagai perintah, kader yang kritis dikatakan memiliki ketertarikan, dan untuk waktu yang lama, publik dapat disalahkan karena mengatakan bahwa Golkar sakit," katanya. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung juga melihat pemecatan Yorrys tanpa diawali dengan sebuah peringatan.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.