Rex Tillerson selaku Sekretaris Negara Amerika Serikat mencatat bahwa, Amerika Serikat akan mempertahankan keberadaan tentara tentaranya di Irak atas undangan langsung yang di dapatkan dari pemerintah Irak. Military amerika Serikat sendiri berada dibawah Otorisasi untuk Penggunaan Angkatan Militer ( AUMF ).
Pada sebuah pendapat bersama dengan Senator Amerika Serikat, Rex Tillerson mempertegas bahwa pasukan Amerika Serikat akan terus berada di Irak sampai pada akhirnya ISI yang saat ini di anggap sebagai kelompok teroris di musnahkan hingga bersih dari Irak.
"Kami akan tetap berada di Irak sampai ISIS dikalahkan, di bawah AUMF Tahun 2001 dan 2002. Kami juga berada di sana atas permintaan pemerintah Irak," kata Tillerson di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS seperti dikutip dari sebuah media ternama setempat, Selasa (31/10/2017).
juga diketahui bahwa pada bulan September Senator Amerika Serikat telah memblokir perlakuan untuk mencabut AUMF. Mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush juga telah menandatangani dokumen - dokumen yang ada untuk memberikan otoritas menggunakan angkatan bersenjata Amerika Serikat " mereka yang bertanggung jawab atas serangan 11 september 2001, dan pasukan terkait," sesuai dengan resolusi yang ada pada saat itu.
Tentara - tentara amerika Serikat yang pada saat ini masih berada di Irak bertindak melakukan kewajiban mereka dengan resmi sebagai penasihat dalam pertempuran untuk mendepak Daesh atau ISI dari Mosul. Dimana peperangan untuk menghapus ISIS telah terjadi semenjak Oktober lalu.
Walaupun pasukan Amerika serikat kini berada di Mosul pada saat ini hanya menjadi penasihat militer Irak dalam peperangan melawan ISIS, Akan tetapi Washington sudah mendapatkan kerugian ketika salah satu tentaranya terkena ledakan bom rakitan dan tewas pada pekan lalu. Kematian pasukan Irak yang ada di Mosul kali ini sudah yang kedua kalinya.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.