Jumat, 08 Mei 2020

BUNDAPOKER

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis mengatakan bahwa antara 83.000 hingga 190.000 orang di Afrika dapat meninggal karena COVID-19 sementara tambahan 29 hingga 44 juta kemungkinan akan tertular penyakit ini jika tindakan pencegahan tidak berhasil.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh kantor regional WHO untuk Afrika menjelaskan kemungkinan kematian COVID-19 di benua itu selama tahun pertama pandemi berdasarkan pemodelan prediksi yang memperhitungkan faktor demografi, sosial dan lingkungan serta beban penyakit yang ada.

"Sementara COVID-19 kemungkinan tidak akan menyebar secara eksponensial di Afrika seperti yang telah terjadi di tempat lain di dunia, kemungkinan akan membara hotspot transmisi," kata Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika.

"COVID-19 dapat menjadi perlengkapan dalam kehidupan kita selama beberapa tahun ke depan kecuali jika pendekatan proaktif diambil oleh banyak pemerintah di kawasan ini. Kita perlu menguji, melacak, mengisolasi dan merawat," tambahnya.

Studi WHO mengungkapkan bahwa tingkat yang lebih rendah dari transmisi COVID-19 di Afrika menunjukkan kemungkinan wabah yang berkepanjangan sementara negara-negara kecil di benua itu bersama dengan hotspot seperti Afrika Selatan, Aljazair dan Kamerun berada pada risiko yang lebih tinggi jika mereka gagal berinvestasi dalam ketahanan yang kuat. langkah-langkah penahanan.

Studi ini mengusulkan peningkatan infrastruktur kesehatan primer di seluruh Afrika untuk meningkatkan kapasitasnya untuk mengatasi perawatan darurat untuk pasien COVID-19. Moeti mengatakan bahwa langkah-langkah mitigasi yang kuat adalah kunci untuk mencegah penularan penyakit secara luas yang dapat membanjiri sistem kesehatan yang sudah rapuh di Afrika.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.