Minggu, 15 Desember 2019


BUNDAPOKER

Setidaknya empat orang, termasuk seorang gadis berusia enam tahun, telah meninggal, dan beberapa lainnya terluka setelah gempa berkekuatan 6,9 melanda dekat Mindanao di Filipina pada hari Minggu, membenarkan seorang pejabat setempat. Vincent Fernandez, walikota kota Matanao di Filipina selatan, mengatakan kepada radio setempat bahwa gadis itu terbunuh ketika sebuah tembok runtuh pada dirinya selama gempa kuat.

Tiga orang lainnya terbunuh setelah sebuah bangunan supermarket berlantai tiga runtuh di kota Padada, menjebak puluhan orang di bawah reruntuhan, kata Kepala Inspektur Samuel Tadeo dari Biro Perlindungan provinsi dalam sebuah wawancara radio. Setidaknya 24 orang dalam kecelakaan Padada telah berhasil dievakuasi dan operasi penyelamatan masih berlangsung.

Sekolah-sekolah ditangguhkan di provinsi Davao pada hari Senin, menurut Vincent Fernandez, walikota Matanao. Rodrigo Duterte, presiden Filipina, berada di rumahnya di Davao City ketika gempa terjadi tetapi dia dan keluarganya tidak terluka, kata juru bicaranya.

Gempa itu terjadi pada pukul 2.11 malam. waktu setempat, diukur pada magnitudo 6,9 oleh Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), dengan kedalaman 3 kilometer, sekitar 5 kilometer barat laut kota Matanao di Davao del Sur. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengatakan tidak ada ancaman tsunami dari gempa tersebut, berdasarkan data yang tersedia.

Tiga gempa di atas magnitudo 6.0 melanda wilayah yang sama di Mindanao dalam beberapa minggu di bulan Oktober, menewaskan sekitar dua lusin orang dan merusak parah gedung perkantoran, sekolah, dan apartemen. Filipina menderita getaran biasa sebagai bagian dari "Cincin Api" Pasifik, sebuah busur aktivitas seismik yang kuat yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi lembah.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.