Sabtu, 09 November 2019


BUNDAPOKER

Penurunan es laut Kutub Utara yang dipicu oleh pemanasan global sudah memaksa hewan, termasuk beruang kutub, untuk beradaptasi atau mati. Tetapi sekarang para ilmuwan memperingatkan itu juga bisa membuat mereka terkena penyakit baru yang mematikan.

Sebuah studi selama 15 tahun yang dipimpin oleh Tracey Goldstein di University of California, Davis, menemukan bukti yang menghubungkan Phocine Distemper Virus (PDV), yang menewaskan ribuan anjing laut Eropa di Atlantik Utara pada 2002 dengan kehadiran virus di berang-berang laut. Alaska pada tahun 2004.

Bagaimana itu bisa sampai di sana? Tersangka utama tampaknya menyusut es laut Kutub Utara, yang secara radikal membentuk kembali wilayah untuk hewan dan manusia. Itu termasuk saluran baru yang terbuka di sepanjang Rusia utara dan Kanada di mana hewan dan penyakit dapat lewat.

"Selain mempengaruhi nutrisi hewan dan stres fisiologis, perubahan lingkungan dapat mendorong paparan patogen baru," kata studi yang dipublikasikan dalam Scientific Reports, Kamis. "Dengan mengubah perilaku hewan dan menghilangkan hambatan fisik, hilangnya es laut dapat menciptakan jalur baru untuk pergerakan hewan dan masuknya penyakit menular ke Kutub Utara."

Studi ini melaporkan ada pajanan dan infeksi PDV yang tersebar luas di Pasifik Utara mulai tahun 2003, dengan puncaknya tahun itu dan lagi pada tahun 2009."Puncak paparan dan infeksi PDV mengikuti penurunan luas es di Kutub Utara," katanya.

"Asosiasi rute perairan terbuka melalui es laut Kutub Utara dengan peningkatan paparan atau infeksi PDV menunjukkan bahwa peluang bagi PDV dan patogen lain untuk menyeberang antara Atlantik Utara dan populasi mamalia laut Pasifik Utara mungkin menjadi lebih umum," penelitian menyimpulkan.

Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.