Polisi memasang garis polisi pada lahan yang rekahan tanahnya mengeluarkan api di Ponorogo. Polici line di pasang karena khawatir dengan keselamatan warga yang penasaran dengan lokasi ini. Sebelum polisi memasang police line, warga warga berinisiatif memasang tali raffia di sekitar lokasi agar tidak ada warga yang mendekat. Sebab, tanah yang terbakar tersebut bisa amblas.
Kanit Sabhana Polsek bungkal Aiptu Suyitno mengatakan pihaknya sengaja memasang police line agar warga mendekat ke lokasi rekahan. Pasalnya, dikhawatirkan ada warga yang terjebak di rekahan dan bisa mengalami luka bakar.”Karena tanah terbakar bisa mablas, kalau amblas nanti bisa terjebak dan terbakar di rekahan dan bisa mengalami luka bakar,”tutur Suyitno, Kamis (26/9).
Suyitno menambahkan ada juga anggota yang sengaja di tugaskan di lokasi menjaga agar warga tidak mendekat. “Ini kalau tidak ada yang menjaga, warga bisa saja nekat mendekat,”tandasnya.
Sementara warga setempat, Aldi Riyanto mengaku resah api yang muncul dari dalam retakan tersebut tidak kunjung padam.”Apa lagi lokasinya dekat dengan permukiman warga, khawatir ada anak-anak yang tidak tahu terus jalan masuk ke dalam lubang kan bisa terbakar,”tukas dia.
Selain itu, dikhawatirkan api bisa meluas dan menjalar ke rumah warga. Apalagi belum ada tindakan nyata dari dinas terkait untuk berusaha memadamkan api yang meresahkan warga sejak sebulan terakhir.”Harapan segera mendapatkan perhatian, harus cepat padam. Karena bahaya,”pungkas dia.





0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.