Sabtu, 14 September 2019


BUNDAPOKER

Dua lagi pria Rohingya tewas usai di tembak oleh polisi Bangladesh di wilayah perbatasan dengan Myanmar. Penembakan ini masih terkait dengan kasus pembunuhan politikus Bangladesh. Sabtu (14/9), Kepolisian Bangladeshmenyebut dua pria Rohingya itu merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan pejabat sayap pemuda Partai Liga Awami, Omar Faruk. Pada akhir bulan lau, Faruk tewas di tembak di bagian kepala oleh sekelompok geng criminal Rohingya.

Di ketahui bahwa hampir nyaris satu juta pengungsi Rohingya tinggal di kamp-kamp jorok di Bangladesh bagian tenggara. Dari jumlah itu, sebanyak 740 ribu pengungsi Rihingya  menyelamatkan diri dari operasi militer Myanmar yang sarat kekerasan di Rakhine 2017 lalu.

Dituturkan Kepala Kepolisian Distrik Cox's Bazar, Masud Hossain, bahwa kedua pria Rohingya itu mengalami luka parah dalam baku tembak dengan polisi di dekat kota Teknaf, Cox's Bazar, pada Jumat (13/9) pagi waktu setempat. Keduanya dinyatakan tewas saat dibawa ke rumah sakit setempat.

"Mereka adalah penjahat Rohingya. Mereka terlibat dalam perampokan, penculikan dan penyelundupan narkoba," ucap Masud. Ditambahkan dia bahwa kedua pria Rohingya, yang identitasnya tidak diungkap ini, merupakan 'tersangka dalam kasus' pembunuhan Faruk.

Dengan tewas nya dua tersangka ini, berarti sejauh ini sudah enam tersangka yang tewas usai terlibat baku tembak dengan Kepolisian Bangladesh. Seluruh tersangka merupakan warga Ronghiya yang mengungsi di Bangladesh. Sementara secara keseluruhan, total 36 pengungsi tewas di tangan apparat Bangladesh dalam berbagai insiden sejak Agustus 2017.

Kelompok-kelompok HAM sebelumnya menuduh polisi Bangladesh melakukan pembunuhan di luar hokum terhadap para pengungsi Ronghiya, khususnya yang dicurigai menyelundupkan narkoba. Kelompok-kelompok HAM mencurigai beberapa baku tembak seperti direkayasa.

Tagged: ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.