Kamis, 04 Juli 2019

PERTAMINA MENGEKSPOR 4.000 BAREL LUMPUR PENGEBORAN SF-05 PERTAMA KE  ANAK PERUSAHAAN ALJAZAIR


Perusahaan induk energi milik negara, Pertamina, Kamis meluncurkan ekspor perdananya 4.000 barel lumpur halus 05 (SF-05) ke anak perusahaan Aljazair, Pertamina Algeria EP (PAEP).

Produk komoditas dikirim dari kilang Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang memiliki kapasitas penyulingan untuk memproduksi 1,8 juta barel SF-05 per tahun.

Direktur pemasaran perusahaan Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan bahwa ekspor lumpur pengeboran bernilai lebih dari Rp10 miliar (US $ 708.802).

"Ekspor perdananya ini adalah tonggak sejarah untuk produk SF-05 kami. Kami berharap produk tersebut tidak hanya diekspor ke Aljazair, tetapi juga ke pasar global lainnya," katanya, seraya menambahkan bahwa ekspor dimungkinkan melalui kolaborasi antara anak perusahaan, Pelumas Pertamina, dan tim Perdagangan Petrokimia.

SF-05 adalah minyak dasar sintetis yang dapat diadaptasi yang digunakan dalam operasi pengeboran minyak. Cairan sintetis telah menggantikan cairan berbasis minyak karena dikatakan lebih efisien.

Basuki mengatakan bahwa lumpur pengeboran SF-05 milik Pertamina telah lulus uji lingkungan, uji biodegradabilitas, uji LC50 (konsentrasi mematikan 50) pada toksisitas terhadap makhluk laut, uji iritasi kulit dan uji iritasi mata. Hasil tes produk mendapat skor lebih tinggi dari standar internasional US-EPA dan OECD.

Dia menambahkan SF-05 cocok dengan kebutuhan ladang minyak PAEP di Aljazair, yang dimiliki bersama oleh Pertamina, perusahaan energi Spanyol Repsol dan perusahaan energi milik negara Aljazair Sonatrach.

SF-05 pada awalnya akan digunakan di dua sumur yang dioperasikan oleh PAEP, yang saat ini mengoperasikan 67 sumur dengan kapasitas produksi 20.000 barel per hari. PAEP akhirnya berencana untuk menggunakan SF-05 pada 12 hingga 20 sumur.

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.