PENYAKIT TANAMAN MENGANCAM RIBUAN HEKTAR PERKEBUNAN KARET
Wabah bintik daun Leptosphaeria (Pestalotiopsis spp) yang telah melanda banyak perkebunan karet di Indonesia diperkirakan akan secara signifikan mengurangi produksi karet alam negara tersebut.
Direktur Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian, Kasdi Subagyono mengatakan dalam sebuah pertemuan di Kantor Menteri Koordinator Ekonomi di Jakarta pada hari Rabu bahwa penyakit tanaman telah mempengaruhi setidaknya 382.000 hektar perkebunan karet di negara ini.
Dia memperkirakan penyakit ini akan mengurangi produksi setidaknya 15 persen tahun ini, kompas.com melaporkan pada hari Rabu.
Perkebunan karet Indonesia didominasi oleh perkebunan rakyat, yang merupakan 85 persen dari total area perkebunan karet.
Menurut Asosiasi Produsen Karet (Gapkindo), produksi negara ini mencapai 3,77 juta ton pada tahun 2018, sedikit meningkat dari 3,63 juta ton pada tahun 2017. Indonesia, produsen terbesar kedua setelah Thailand, mengekspor 3,09 juta ton tahun lalu, turun dari 3,28 juta ton pada tahun 2017.
Karet adalah salah satu komoditas ekspor utama negara itu selain dari minyak dan gas, dan berkontribusi besar terhadap pendapatan devisa negara.
Asosiasi memperkirakan bahwa konsumsi domestik meningkat menjadi 660.000 ton tahun lalu dari 629.800 ton pada tahun 2017.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.