FITCH MEMANGKAS PERINGKAT ANAK PERUSAHAAN DUNIATEX SEBANYAK ENAM TINGKAT DALAM WAKTU KURANG DARI 10 HARI
Fitch Ratings telah menurunkan peringkat kredit pabrikan tekstil Indonesia yang berbasis di Indonesia PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT) sebanyak enam langkah dalam waktu kurang dari 10 hari di tengah kekhawatiran atas likuiditas perusahaan.
Fitch Ratings memangkas peringkat default jangka panjang (IDR) penerbit DMDT dan seniornya dolar AS tanpa jaminan untuk kedua kalinya pada hari Rabu menjadi 'CCC-' dari 'B-' setelah menurunkan peringkat menjadi 'B-' dari 'BB' pada 18 Juli. Penurunan peringkat sebanyak enam tingkat terjadi ketika perang perdagangan antara China dan Amerika Serikat telah sangat merusak bisnis perusahaan.
Fitch Ratings mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa penurunan peringkat mencerminkan peningkatan risiko likuiditas DMDT, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk melakukan amortisasi pokok yang dijadwalkan dan pembayaran bunga pada bulan September 2019.
DMDT, anak perusahaan Duniatex Group, memiliki sekitar Rp 700 miliar tunai pada 30 Maret, Fitch memperkirakan. Lembaga pemeringkat percaya dana tersebut tidak lagi tersedia untuk memenuhi bunga DMDT dan pembayaran amortisasi pokok yang dijadwalkan.
Perusahaan, melalui anak perusahaannya, menyediakan layanan pemintalan tekstil, tenun, pewarnaan, dan finishing. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1971 dan berpusat di Surakarta, Jawa Tengah.
Fitch memperkirakan bahwa DMDT memiliki bunga sekitar Rp 400 miliar hingga Rp 450 miliar, pembayaran amortisasi dan jatuh tempo utang pada kuartal ketiga, sebagian besar pada bulan September, pada obligasi dan pinjaman bank.
Fitch juga mengatakan pihaknya percaya akses perbankan dan pasar modal DMDT dapat dibatasi karena kesulitan keuangan afiliasi, dengan mempertimbangkan kepemilikan bersama dan operasi terintegrasi perusahaan dalam Duniatex Group.
Salah satu anak perusahaan kelompok pemintalan, PT Dunia Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST), melewatkan pembayaran yang dijadwalkan, kata Fitch.
S&P sebelumnya memotong skor kreditnya pada obligasi dolar DMDT sebanyak enam langkah ke CCC, dengan alasan "tantangan likuiditas yang signifikan."
Ketegangan perdagangan AS-Cina “secara signifikan menyakiti” pasar tekstil Indonesia, dan likuiditas DMDT dipengaruhi oleh anjloknya harga karena kelebihan pasokan kain murah impor dari China, kata S&P.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.