Minggu, 02 Juni 2019

KEMENTERIAN MENCATAT SURPLUS DAGUNG & TELUR SEPANJANG RAMADHAN


Kementerian Pertanian mengklaim bahwa pasokan daging dan telur lebih dari cukup untuk memenuhi tingginya permintaan mereka selama bulan Ramadhan.

Direktur ternak dan kesehatan hewan kementerian, I Ketut Diarmita, menjelaskan bahwa timnya telah mencatat 2.450 metrik ton daging sapi dan kerbau surplus.

Menurut data kementerian, dia mengatakan dia memperkirakan akan ada kelebihan 30.373 ton daging ayam dan 153.761 ton telur pada Mei dan Juni.

"Kami sebenarnya mengantisipasi [permintaan tinggi] bulan Ramadhan sejak empat bulan lalu, jadi ada sedikit kesempatan bagi kami untuk memiliki kekurangan," kata Ketut pada hari Jumat.

Namun, dia mengakui bahwa produsen dalam negeri hanya mampu memenuhi 67 persen dari kebutuhan daging sapi dan kerbau negara itu. Dia mengatakan lebih banyak harus diimpor dari India dan Australia untuk menutup kesenjangan.

Meski demikian, kementerian telah mencatat 8.438 ton daging sapi di gudang dan setidaknya 2.886 ton daging kerbau dipegang oleh Badan Logistik Negara (Bulog).

Ditanya tentang kenaikan harga di pasar tertentu, Ketut menuduh broker memanipulasi mereka sampai komoditas mencapai gerai ritel. Dia mengutip contoh produk yang awalnya berharga antara Rp 80.000 (US $ 5,59) dan Rp 90.000, tetapi kemudian harganya sekitar Rp 140.000 di pasar.

“Kami akan menjaga mata kami terbuka untuk harga di pasar, termasuk yang rentan terhadap [fluktuasi]. Jika kami melihat ada kekurangan komoditas, kami akan melakukan intervensi melalui operasi pasar, ”kata Ketut.

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.