Siapakah Ma'ruf Amin Yang Menjadi Pasangan Jokowi Pada Pilpres 2019
![]() |
| Siapakah Ma'ruf Amin Yang Menjadi Pasangan Jokowi Pada Pilpres 2019 |
Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengumumkan pasangannya pada Kamis malam, akhirnya memilih tokoh partai nonpolitik Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden.
“Prof. Ma'ruf, yang lahir di Tangerang, adalah sosok yang sepenuhnya beragama, yang bijaksana. Dia telah menjadi anggota parlemen, anggota dewan, anggota MPR, anggota dewan penasehat kepresidenan, pemimpin tertinggi PBNU [Nahdlatul Ulama central board] dan ketua MUI [Majelis Ulama Indonesia]. Dia juga anggota dewan [Badan Pancasila], BPIP, ”kata Jokowi pada konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis malam.
Keduanya ditetapkan untuk mendaftarkan pencalonan mereka dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Pusat pada Jumat pagi.
Ma'ruf, yang lahir di Banten pada 11 Maret 1943, saat ini adalah salah satu tokoh Muslim paling kuat dan berpengaruh di negara yang mayoritas Muslim. Dia saat ini mengetuai Majelis Ulama Indonesia (MUI), badan ulama tertinggi Muslim di negara itu yang terdiri dari semua organisasi Muslim yang terdaftar, termasuk Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis). Dewan adalah otoritas pusat yang mengeluarkan fatwa dan memberikan rekomendasi untuk mengeluarkan sertifikat halal.
Ma'ruf juga rais aam (pemimpin tertinggi) NU, organisasi Muslim terbesar di negara itu yang juga berafiliasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), anggota koalisi Jokowi. Pada tahun 2017, ia menerima gelar kehormatan sebagai profesor ekonomi syariah dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Jawa Timur.
Dia bukan orang baru dalam politik dan pemerintahan. Ma'ruf adalah anggota kunci dari Dewan Penasihat Presiden (Wantimpres) selama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai ketua MUI, ia mendukung peraturan yang kontroversial, termasuk UU Pornografi dan keputusan menteri bersama yang melarang kegiatan kelompok minoritas Ahmadiyah, mengatakan pada 2013 bahwa peraturan seperti itu "sangat diharapkan".
Pada 2017, Ma'ruf adalah saksi ahli kunci dalam pengadilan penistaan agama yang dipublikasikan tinggi yang kemudian mengirim Gubernur Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama ke penjara selama dua tahun. Sebagai ketua MUI, Ma'ruf menandatangani dokumen yang merekomendasikan bahwa pernyataan Ahok dibuat di Kabupaten Kepulauan Seribu pada bulan September 2016, yang menunjukkan bahwa ayat Alquran telah dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu, dianggap "menghujat" karena menghina Islam.
Ma'ruf Amin juga merupakan anggota dewan dari Koperasi Syariah 212, bersama dengan Arifin Ilham dan Abdullah Gymnastiar. Koperasi menjalankan beberapa toko yang diharapkan dapat menciptakan ekonomi Muslim yang kuat.
Pada Desember 2017, Ma'ruf mengatakan dia menyesalkan keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak petisi dari Family Love Alliance (AILA) untuk mengkriminalisasi seks gay. "Kami ingin pelarangan keras kegiatan LGBT dan kegiatan seksual dan undang-undang yang menyimpang lainnya yang mengkategorikan mereka sebagai kejahatan," kata ketua MUI Maruf Amin pada 2016.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.