Kisah Nabi Idris ‘Alaihissalam merupakan kisah yang sarat
akan peringatan bagi kaum muslimin. Sebagai manusia pilihan, Ia telah diberi
kesempatan oleh Allah SWT untuk merasakan kematian, melihat surga, dan melihat
neraka. Pengalaman yang pastinya akan membuat merinding, Nabi Idris adalah
keturunan ke enam dari Nabi Adam as. Dia adalah putra dari Qabil dan Iqlima
(putra dan putri Nabi Adam as).
Saat itu, Allah memerintahkan Nabi Idris untuk mengajak
seluruh manusia agar berjalan di jalan kebenaran. Saat itu dia adalah manusia
pertama yang menerima wahyu lewat Malaikat Jibril ketika dirinya berusia 82
tahun, Berikut ini kisah Nabi Idris mengenai kematian dan saat pertama kali
melihat surga telah dirangkum dari berbagai sumber.
Kisah Nabi Idris Mengenai Kematian Suatu ketika, Malaikat
maut Izroil yang sudah bersahabat lama dengan Nabi Idris meminta izin kepada
Allah untuk turun ke bumi untuk bertamu dengan Nabi Idris. Dia merasa sangat
rindu untuk bertemu dengan Nabi Idris. Dan Allah pun mengizinkannya, Malam itu,
Nabi Idris kedatangan seorang pria yang membawa banyak sekali buah-buahan.
Tentu saja dia adalah Malaikat Izroil yang menyamar. Nabi Idris tidak
mengetahuinya.
Nabi Idris kemudian menawarkan makanan itu kepada Izroil
namun ditolaknya. Akhirnya mereka berbincang-bincang dan keluar berjalan-jalan
melihat pemandangan sekitar, Percakapan Nabi Idris dan Maaikat Izroil Tak
terasa sudah empat hari mereka bersama. Karena sudah akrab, Nabi Idris mulai
curiga dengan gerak gerik sang tamu. Dengan rasa penasaran yang tinggi akhirnya
Nabi Idris pun bertanya.
Nabi Idris: Ya Tuanku. Siapa sebenarnya Anda, Malaikat
Izroil: Maaf Ya Nabi Allah, Saya sebenarnya adalah Izroil, Nabi Idris: Malaikat
Izroil? Kau kah itu? Sang Pencabut Nyawa?, Malaikat Izroil: Benar, ya Idris, Nabi
Idris: Sudah empat hari Engkau bersama denganku. Apakah Engkau juga menunaikan
tugasmu dalam mencabut nyawa makhluk-makhluk di dunia ini?
Malaikat Izroil: Wahai Idris, selama empat hari ini banyak
sekali nyawa yang telah saya cabut. Roh makhluk-makhluk itu bagaikan hidangan
di hadapanku, aku ambil mereka bagaikan seseorang sedang menyuap-nyuap makanan,
Nabi Idris: Wahai Malaikat Izroil. Lantas apa maksud kedatangan Engkau kemari?
Adakah Engkau ingin mencabut nyawaku?
Malaikat Izroil: Tidak Idris. Saya datang memang untuk
mengunjungimu, karena saya rindu dan Allah mengizinkan Saya, Nabi Idris: Wahai
Izroil. Saya punya satu permintaan dan tolong kabulkan. Tolong cabut nyawa
Saya. Dan minta izin ke Allah untuk mengembalikan nyawa Saya. Saya hanya ingin
merasakan sakaratul maut yang banyak orang katakan sangat dahsyat.
Malaikat Izroil: Sesungguhnya saya tidaklah mencabut nyawa
seseorang pun, melainkan hanya dengan izin Allah, Malaikan Izroil Mencabut
Nyawa Nabi Idris, Kemudian Allah mengabulkan permintaan Sang Nabi. Dan Malaikat
Izroil pun mencabut nyawa Nabi Idris saat itu juga. Malaikat Izroil menangis
melihat sahabatnya merasakan kesakitan. Setelah mati, Allah menghidupkan
kembali Nabi Idris.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.