Jumat, 20 Maret 2020



Ketua Pinere (Penyakit Muncul dan Penyakit Menular Remerging) Dr. General Hospital Soetomo, dokter Soedarsono memiliki pandangan lain mengenai virus Corona atau Covid-19. Menurutnya, penularan Covid-19 tidak terbatas pada tetesan atau cipratan pasien positif, Menurutnya, penyebaran virus juga bisa dari udara. Meski begitu, itu adalah posisi yang jauh, Saya pikir bisa, tetesan, percikan yang kemudian jatuh ke permukaan," jelasnya, Kamis (19/3).

Dia menambahkan, jarak tetesan yang memungkinkan menginfeksi seseorang adalah selebar 1 meter. Jika tetesan tersebut disentuh, maka diletakkan di tangan dan tangan yang belum menempel padanya membuka mata, mulut, juga pemeriksaan, maka virus akan menempel dan masuk, Akhirnya virus masuk, tetesan dan virus melekat padanya, di sinilah mode masuknya virus menemukan tempat tinggal di sistem pernapasan," katanya.

Terkait dengan penyebaran udara, jelasnya, jika tetesan sebelum bertemu permukaan, terhirup oleh orang-orang di lingkungan kurang dari 1 meter, Kalau dalam jarak satu meter, sebelum seseorang tersedot ke udara," jelasnya, Namun, ia menyarankan, bahwa membahas penyebaran, bukan virus, bisa mengambang di udara seperti bayangan seseorang. Untuk alasan ini, penggunaan masker diprioritaskan untuk orang sakit, atau orang yang merawat pasien saja.

Ini tidak seperti melayang di udara seperti itu. Masih disebut, apakah itu virus, bakteri, atau jamur, ya, itu tidak hidup di udara, itulah yang orang bayangkan sejauh ini. Masker yang dikenakan oleh orang-orang yang sakit, atau yang dirawat, atau "Ada" di lingkungan yang ramai yang tidak bisa dihindari dan tidak tahu ada yang sakit, "pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.