Ketua Pinere (Penyakit Muncul dan Penyakit Menular
Remerging) Dr. General Hospital Soetomo, dokter Soedarsono memiliki pandangan
lain mengenai virus Corona atau Covid-19. Menurutnya, penularan Covid-19 tidak
terbatas pada tetesan atau cipratan pasien positif, Menurutnya, penyebaran
virus juga bisa dari udara. Meski begitu, itu adalah posisi yang jauh, Saya
pikir bisa, tetesan, percikan yang kemudian jatuh ke permukaan," jelasnya,
Kamis (19/3).
Dia menambahkan, jarak tetesan yang memungkinkan menginfeksi
seseorang adalah selebar 1 meter. Jika tetesan tersebut disentuh, maka
diletakkan di tangan dan tangan yang belum menempel padanya membuka mata,
mulut, juga pemeriksaan, maka virus akan menempel dan masuk, Akhirnya virus
masuk, tetesan dan virus melekat padanya, di sinilah mode masuknya virus
menemukan tempat tinggal di sistem pernapasan," katanya.
Terkait dengan penyebaran udara, jelasnya, jika tetesan
sebelum bertemu permukaan, terhirup oleh orang-orang di lingkungan kurang dari
1 meter, Kalau dalam jarak satu meter, sebelum seseorang tersedot ke
udara," jelasnya, Namun, ia menyarankan, bahwa membahas penyebaran, bukan
virus, bisa mengambang di udara seperti bayangan seseorang. Untuk alasan ini,
penggunaan masker diprioritaskan untuk orang sakit, atau orang yang merawat
pasien saja.
Ini tidak seperti melayang di udara seperti itu. Masih
disebut, apakah itu virus, bakteri, atau jamur, ya, itu tidak hidup di udara,
itulah yang orang bayangkan sejauh ini. Masker yang dikenakan oleh orang-orang
yang sakit, atau yang dirawat, atau "Ada" di lingkungan yang ramai
yang tidak bisa dihindari dan tidak tahu ada yang sakit, "pungkasnya.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.