Sebanyak 8 ribu topeng dikirim ke tiga kabupaten di Jawa
Tengah yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3) pukul 05.22
WIB. Daerah yang paling terpengaruh adalah Boyolali, Kami telah menggunakan
topeng di Magelang, Klaten dan Boyolali. Paling banyak terlihat di Boyolali ada
lima desa, dan empat desa dari Kabupaten Tamansari dan satu desa di Kabupaten
Selo," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (3/3)
3).
Dia menyebutkan berkoordinasi dengan BPBD Jawa Tengah, SAR,
Kepolisian Republik Indonesia untuk terus mencari pengembangan letusan Gunung
Merapi. "Sampai sekarang masih terkendali. Tapi kami sadar abu vulkanik
jika ada angin besar yang diperkirakan akan menyebar ke kabupaten lain,"
jelasnya, Adapun pemerintah daerah yang terkena dampak, kata Ganjar juga
menginstruksikan untuk segera mengidentifikasi daerah mana yang terkena dampak.
Tim kesehatan dan penyelamatan kami meminta untuk waspada.
Jika parah kami bernegosiasi dengan rumah sakit dan puskesmas yang terkena
dampak untuk mempersiapkan segalanya," jelasnya, Letusan gunung Merapi
diambil dengan seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Tinggi
kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak dan awan panas jatuh ke arah hulu sungai
Gendol dengan jarak maksimum 2 km dan arah angin ketika letusan berubah ke
Utara.
Ganjar mendesak orang untuk mengikuti ajaran pemerintah.
Terlebih lagi, semua penduduk desa di sekitar Merapi telah memutuskan untuk
mendiskusikan semua yang terjadi selama letusan, Ikuti saja karena sudah ada di
Merapi, masyarakat sudah memiliki pengalaman. Sekarang tinggal menunggu isyarat
dari pemerintah untuk siaga," pungkasnya.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.