Sabtu, 28 Maret 2020



Sebanyak 8 ribu topeng dikirim ke tiga kabupaten di Jawa Tengah yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3) pukul 05.22 WIB. Daerah yang paling terpengaruh adalah Boyolali, Kami telah menggunakan topeng di Magelang, Klaten dan Boyolali. Paling banyak terlihat di Boyolali ada lima desa, dan empat desa dari Kabupaten Tamansari dan satu desa di Kabupaten Selo," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (3/3) 3).

Dia menyebutkan berkoordinasi dengan BPBD Jawa Tengah, SAR, Kepolisian Republik Indonesia untuk terus mencari pengembangan letusan Gunung Merapi. "Sampai sekarang masih terkendali. Tapi kami sadar abu vulkanik jika ada angin besar yang diperkirakan akan menyebar ke kabupaten lain," jelasnya, Adapun pemerintah daerah yang terkena dampak, kata Ganjar juga menginstruksikan untuk segera mengidentifikasi daerah mana yang terkena dampak.

Tim kesehatan dan penyelamatan kami meminta untuk waspada. Jika parah kami bernegosiasi dengan rumah sakit dan puskesmas yang terkena dampak untuk mempersiapkan segalanya," jelasnya, Letusan gunung Merapi diambil dengan seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Tinggi kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak dan awan panas jatuh ke arah hulu sungai Gendol dengan jarak maksimum 2 km dan arah angin ketika letusan berubah ke Utara.

Ganjar mendesak orang untuk mengikuti ajaran pemerintah. Terlebih lagi, semua penduduk desa di sekitar Merapi telah memutuskan untuk mendiskusikan semua yang terjadi selama letusan, Ikuti saja karena sudah ada di Merapi, masyarakat sudah memiliki pengalaman. Sekarang tinggal menunggu isyarat dari pemerintah untuk siaga," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.